Penanganan Longsor Sebelat–Lais Mulai Dikerjakan, Pemerintah Genjot Konektivitas Jalur Pesisir Bengkulu
JurnalBengkulu.com, Bengkulu Utara - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum mulai merealisasikan proyek penanganan longsoran di ruas jalan nasional Sebelat–Lais, Kabupaten Bengkulu Utara. Proyek ini menjadi langkah strategis untuk menjaga konektivitas jalur pesisir yang selama ini dikenal rawan terdampak longsor.
Berdasarkan papan informasi di lokasi, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Bengkulu. Paket pekerjaan bertajuk “Penanganan Longsoran Sebelat–Lais (E-Katalog)” ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp12.075.881.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Kontrak proyek ditandatangani pada 12 Maret 2026 dengan nomor HK0201/T/Bpjn6.6.2/2026/19. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh CV Menara Baja Project sebagai kontraktor pelaksana, dengan pengawasan dari PT Tribina Matra Carya Cipta bersama KSO PT Arci Pratama Konsultan dan PT Arista Cipta.
Ruas Sebelat–Lais merupakan jalur vital yang menghubungkan Bengkulu Utara dengan sejumlah wilayah lainnya di Provinsi Bengkulu. Letaknya yang berada di antara tebing dan garis pantai menjadikan ruas ini rentan longsor, terutama saat musim hujan dan kondisi cuaca ekstrem.
Seiring dimulainya proyek tersebut, kalangan wartawan turut menyoroti perkembangan pekerjaan yang berada di bawah Satker Wilayah I Bengkulu. Sejumlah jurnalis berencana meminta keterangan resmi terkait progres pembangunan, tidak hanya di Bengkulu Utara, tetapi juga di wilayah lain yang masuk dalam cakupan Satker I seperti Benteng, Mukomuko, Lebong, hingga Rejang Lebong (Curup).
Para wartawan ingin memastikan sejauh mana realisasi program infrastruktur jalan nasional yang ditangani Satker I, termasuk transparansi progres fisik, penyerapan anggaran, serta berbagai kendala di lapangan.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas awal pengerjaan telah dimulai. Sejumlah alat berat terlihat disiagakan, sementara arus lalu lintas tetap dibuka secara terbatas guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Pemerintah mengimbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rambu-rambu selama proses pengerjaan berlangsung.
Dengan adanya proyek ini, diharapkan risiko longsor di ruas Sebelat–Lais dapat ditekan, keselamatan pengguna jalan meningkat, serta konektivitas antarwilayah di Provinsi Bengkulu tetap terjaga secara optimal.(MJ)