Bahaya Cyberbullying, Bukan Hanua Sekedar Candaan di Sosial Media
Oleh : Chintia Salim, Mahasiswa Universitas Bengkulu
Media sosial telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan di dunia digital saat ini, dengan menggunakan sosial media saat ini sangat penting dengan adanya kesantunan dalam berkata atau interaksi langsung dalam media sosial oleh norma-norma yang ada.
Bullying melalui sosial media atau cyberbullying ini bersifat verbal, dan bullying bukan sekedar candaan atau ledek-ledekan biasa, tetapi itu adalah tindakan hanya bertujuan untuk menyakiti orang lain melalui komentar-komentar atau postingan media sosial dengan perkataan yang tidak pantas. Korbannya, yang biasanya dinilai dari ketidakmampuan fisiknya, maupun mengatai kebodohan dan kegemarannya, suku, agama, maupun fisiknya secara keseluruhan.
Cyberbullying dapat terjadi di berbagai platform media sosial seperti instagram, whatsapp, facebook, twitter, tiktok, dan banyak lagi sosial media lainnya. Media sosial indentik dengan mengunggah gambar, video, fitur like, komen, dan share. Fitur-fitur ini dihadirkan dalam media sosial untuk membuka peluang bagi kita untuk bebas berekspresi sehingga warganet berpeluang untuk berkomentar.
Masyarakat menganggap bullying melalui media sosial ini hanya candaan anak muda dan tidak perlu dibesar-besarkan karena ini hanya masalah kecil, sehingga masih banyak para korban bullying hanya diam saja dan takut dianggap kalau bullying melalui sosial media ini adalah masalah sepele karena ada di sosial media, tetapi bullying ini berakibatkan dampak negatif yang signifikan bagi korban karena bisa sangat berdampak untuk jangka panjang mereka, seperti cemas, depresi, bahkan takut untuk bersosialisasi.
Cyberbullying tidak mengenal usia, karena semua orang bisa mengenal dunia digital yang sangat mendunia sehingga bisa terjadi nya cyberbullying pada anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa.
Beberapa contoh cyberbullying:
• Pada Anak-anak
- Mengirimkan pesan atau komentar-komentar untuk mengucilkan teman
- Menyebarkan foto dan video tanpa izin untuk mempermalukan seseorang
• Pada Remaja
- Body shamming atau mengolok-olok penampilan seseorang
- Membuat akun palsu untuk mempermalukan seseorang
• Pada Orang Dewasa
- Menyebar gosip yang tidak benar
- Menyerang kehidupan seseorang
- Penipuan
Faktor penyebab cyberbullying ini karena kurangnya pengawasan orangtua terhadap anak-anak, orangtua dan orang terdekat para anak ataupun remaja harus memberikan arahan penggunaan media sosial yang baik. Orang tua diharapkan sadar akan dampak dari penggunaan media sosial yang tidak sewajarnya. Karena ketikan, postingan, yang telah kita diucapkan di internet atau media sosial akan meninggalkan jejak digital. Faktor penyebab lainnya yaitu, kurangnya pendidikan etika untuk menggunakan sosial media dengan bijak, dan pengaruh media sosial seperti mengikuti orang lain.
Solusi terbaik untuk mengatasi bullying terhadap media sosial ini perlu adanya edukasi tentang bullying, dan meningkatkan rasa menghormati orang lain di dunia maya. Gunakanlah media sosial dengan bijak, jika kita menjadi korban bullying jangan diam, cari orang-orang yang dipercaya dan jika perlu laporkan kepada platform media sosial.