Bajapuik Makan Di Rumah Bako
Oleh : Miza Fitria Mahasiswa Sastra Minangkabau Universitas Andalas Padang
Minangkabau yang kaya akan kebudayaan masyarakat nya, membuat etnis suku Minangkabau ini menjadi unik. Di setiap daerah memiliki keunikan tersendiri dalam kebudayaan nya.Seperti yang akan kita bahas berikut ini , dalam tradisi baralek atau acara perkawinan, dari banyak nya rangkaian acara saat orang Minang mengadakan acara pernikahan terdapat lah salah satu tradisi bajapuik makan di rumah bako.Di dalam perkawinan tidak hanya melibatkan kedua orang tua. Peran bako di Minangkabau sama dengan kedua keluarga dari mempelai tersebut. Bako yang merupakan seluruh keluarga dari pihak keluarga ayah dari ibunya.sedangkan Menurut sistem kekerabatan Minangkabau seorang anak yang lahir dari suatu pernikahan, maka anak tersebut akan disebut anak pisang oleh belahan keluarga ibu pihak ayah nya.Peran bako di Minangkabau tidak akan hilang walaupun terjadi perceraian di antara pihak ayah dan ibu anak pisang tersebut. Karena kewajiban bako terhadap anak pisang akan menjadi tanggung jawab yang tetap di bayar oleh bako. Berikut ini peran bako dalam mengisi budaya Minang pada saat acara :
1. Acara turun mandi atau penyelenggaraan aqiqah.2. Upacara perkawinan
3. Pengangkatannya penghulu (bagi laki-laki)
4. Penyelenggraan kematian
Di daerah Kabupaten lima Puluh kota ada salah satu tradisi bajapuik makan di rumah bako yang selalu dilaksanakan ketika acara perkawinan. Proses bajapuik makan ini dilaksanakan pada saat pagi hari sebelum orang tersebut mengadakan acara baralek atau pesta. Bako akan menjemput marapulai ke rumah nya, lalu di bawa lah kerumah bako dari salah satu pihak mempelai , jika yang mengadakan acara pesta atau baralek marapulai yang perempuan maka pihak bako perempuan yang menjemput dan membawa Mempelai untuk makan di rumah bako tersebut.Pihak bako akan sibuk pada hari sebelumnya untuk menyiapkan jamba untuk menyambut marapulai makan di rumah tersebut. Setelah di suapi makan , maka terbayarlah salah satu hutang bako. Setelah selesai makan mempelai akan bersiap-siap memakai pakaian untk acara pesta pernikahan nya.Prosesi selanjutnya akan dilaksanakan arak- arak kan dari rumah bako menuju tempat acara pesta, yang mana biasanya akan di iringi bunyian alat musik alat musik tradisional Minangkabau . Sesampainya di tempat acara pesta, para iringan bako akan di sambut dengan tari pasambahan.
Hakikat dari tradisi bajapuik makan di rumah bako ini menunjukan bahwa pada acara perkawinan dihari penting semacam itu, pihak keluarga ayah ingin memperlihatkan kasih sayangnya kepada anak pisang mereka dan merasa harus ikut memikul beban sesuai dengan kemampuan mereka.