Bakaua Adat di Nagari Sijunjung
Oleh : Windri Liraturahma, Mahasiswa Sastra Minangkabau Universitas Andalas Padang
Bakau adat adalah tradisi adat yang ada di Sijunjung, tradisi ini dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur yang di sampaikan masyarakat atas berkat Allah SWT setelah menerima hasil panen, bakaua adat merupakan tradisi asli turun temurun yang dilakukan masyarakat Sijunjung.
Bakaua tidak hanya mengucapkan rasa syukur dan berdoa atas rezeki yang di berikan terapi juga menjalin silaturahmi dan kekompakan masyarakat dalam menggarap hasil pertanian.
Kegiatan Bakaua dilaksanakan di tempat yang ada di nagari Sijunjung yang sering di sebut (Tobek) atau Tabek, acara tersebut di hadiri oleh Ninik mamak dan para ulama yang ada di sana tidak ketinggalan Bundo kanduang ,bupati Sijunjung, dan wali nagari beserta jajarannya .
Acara ini di awali dengan melimaui / maureh Tongkat di jam 9 yang di percayai setiap acara bakau adat harus di bawa ke Tobek tersebut, Supaya acara bakau bersifat sakral Setelah itu semua masyarakat berkumpul di tugu Bundo kanduang yang ada di nagari Sijunjung Setelah sholat Dzuhur.
Para Bundo kanduang menggunakan baju yang senada jilbab putih, baju kurung berwarna hitam dan rok batik dengan membawa dulang di atas kepala yang berisi dua bungkus nasi dan dua bungkus sambal daging sapi yang di lengkapi dengan buah buahan sebagai pencuci mulut.Daging sapi di dapat dari pembatantaian sapi di malam hari nya sebelum acara hari bakaua.
Di belakang barisan bundo kanduang barulah para Ninik mamak dan ulama yang diiringi dengan musik Talempong sambil berarak menuju Tobek , tugu Bundo kanduong sampai ke Tobek berjarak 2 km, acara tersebut di hadiri oleh banyak orang dan masyarakat antusias untuk mengikutinya .
Sesampainya di Tobek para Ninik mamak dan ulama serta Bupati Sijunjung beserta jajarannya telah di sediakan tempat untuk duduk.Setelah itu kita mendengarkan kata sambutan dari Ninik mamak para ulama dan Bupati.Kemudian dulang yang di bawa bunda kanduang tadi di bagikan kepada para ninik mamak untuk di hidangkan , satu dulang di berikan untuk dua orang.Sebelum makan kita akan mendengarkan persembahan makan yang di bacakan Ninik mamak, setelah selesai barulah kita di perbolehkan untuk menyantap isi dulang tersebut, dan Setelah semua rangkaian acara selesai semua orang di perbolehkan untuk pulang .