"BAKAUA ADAT DI NAGARI SIJUNJUNG”
Oleh: Mutia Fadillah, Mahasiswa Universitas Andalas
Bakaua adat adalah tradisi atau upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat, Indonesia. Kata "bakaua”berarti melakukan atau menjalankan, sedangkan "adat" merujuk pada aturan, norma, dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Bakaua adat biasanya melibatkan berbagai kegiatan seperti upacara, ritual, atau prosesi yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan, seperti pernikahan, kematian, panen, dan acara-acara penting lainnya. Tradisi ini merupakan bagian integral dari budaya Minangkabau dan mencerminkan nilai-nilai serta norma-norma sosial yang dijunjung tinggi oleh komunitas tersebut.
1.Atraksi Bakaua Adat di Nagari Sijunjung:
Bakaua Adat di Nagari Sijunjung adalah ungkapan rasa syukur atas berkat dan karunia dari Allah SWT atas hasil panen hasil pertanian yang diberikan. Kegiatan ini juga untuk menjalin silaturahmi dan kekompakan masyarakat Tani dalam menggarap pertanian Sawah khususnya.
Prosesi Bakaua Adat dilaksanakan di tempat pertemuan adat di Nagari Sijunjung, yang disebut "LOS TABEK", dihadiri oleh berbagai unsur seperti Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, dan Pemerintah Daerah. Acara ini diakhiri dengan tradisi "Makan Bajamba" (Makan Bersama).2.Bakaua Adat di Perkampungan Adat Nagari Sijunjung:
Kegiatan Tradisi Bakaua Adat di Perkampungan Adat Nagari Sijunjung adalah ungkapan rasa syukur masyarakat atas berkat dan karunia dari Allah SWT atas hasil panen hasil pertanian yang diberikan. Kegiatan ini dilakukan secara turun temurun sejak abad ke 14 dan juga untuk menjalin silaturahmi dan kekompakan masyarakat Tani.
Prosesi Bakaua Adat dilaksanakan di tempat pertemuan adat di Nagari Sijunjung pada hari Senin, 22 Mei 2023, dihadiri oleh berbagai unsur seperti Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, dan Pemerintah Daerah. Acara ini diakhiri dengan tradisi "Makan Bajamba" (Makan Bersama).3.Bakaua Adat di Nagari Sisawah:
Masyarakat Nagari Sisawah, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, menggelar tradisi Bakaua Adat di Masjid Qabul Jannah Jorong Rumbai, Kamis (19/10/23). Tradisi ini dilakukan untuk menentukan waktu turun ke sawah (masa tanam) secara serentak sekaligus wujud syukur setelah panen sebelumnya.
4.Bakaua Adat sebagai Warisan Budaya:
Bakaua Adat di Nagari Sijunjung telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda tingkat nasional. Kegiatan ini melibatkan ratusan orang dengan berpakaian adat Minangkabau dan menunjukkan betapa pentingnya musyawarah dan kebersamaan dalam kehidupan sosial masyarakat Minangkabau.
5.Penelitian Tradisi Bakaua Adat:
Penelitian tentang tradisi Bakaua Adat di Tabek Nagari Sijunjung menggunakan pendekatan folklor. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan prosesi tradisi Bakaua Adat dan fungsi tradisi tersebut di Tabek Nagari Sijunjung.
Bakaua adat menjadi salah satu cara masyarakat Minangkabau menjaga kelestarian budaya dan nilai-nilai adat yang mereka warisi dari leluhur mereka. Tradisi ini menunjukkan betapa pentingnya musyawarah dan kebersamaan dalam kehidupan sosial masyarakat Minangkabau.
Bakaua adat di nagari sijunjung tepatnya di perkampungan adat nagari sijunjung,dilakukan setiap tahun,sesudah panen padi,yang di laksanakan di”Tobek Gadang”.Bakaua di nagari sijunjung sangat unik sekali,Dimana para ibuk-ibuk membuat “Jamba”yang di letakkan di dalam “Dulang”yang nantinya para ibuk-ibuk itu menjunjung dulang tersebut ke tobek gadang tersebut.Isi dari jamba tersebut adalah adalah makanan untuk dimakan ketika acara bakaua tersebut dilaksanakan,nah makanan tersebut adalah”daging kerbau”yang sehari sebelum bakaua tersebut para masyarakat di sana menyembelih kerbau,menyembelih kerbau adalah salah satu syarat bakau adat,Setelah daging kerbau ada juga nasi putih,lemang,yang di masak sehari sebelum bakaua dan ada juga di beri pencuci mulut seperti buah-buahan contohnya:semangka,jeruk dan buah-buahan lainnya.
Yang saya lihat waktu bakaua adat,setiap rumah membuat jamba dan di setiap dulang juga di buatkan dari suku mana.
Nah nanti para ibuk-ibuk menjunjung dulangnya dari kampung adat sampai ke tobek gadang,yang jaraknya lumayan jauh.Di sana sangat kompak mulai dari pakaian nya,bagi siapa yg menjunjung dulang maka memakai”rok songket,Baju kurung hitam,dan memakai jilbab hitam”yang mana pakaian itu diharuskan.
Setelah sampai di tobek gadang maka para ninik mamak,kaum ulama,cadik pandai dan para masyarakat duduk di tempat yang telah di sediakan disana.Dan acara nya di awali dengan pidato adat,yang dimana pidato berbalas-balasan yang sangat seru kita mendengarnya,dimana yang membaca pidato adat itu sangat fasih.Seterusnya di mulai dengan makan bersama,yang mana dulang tadi di bagikan kepada para masyarakat dalam satu dulang ada dua buah nasi jadi dalam satu dulang di berikan kepada dua orang.Setelah itu diakhiri dengan do’a dan membuat nazar untuk tahun besoknya.Tujuan dilakukan bakaua adat adalah untuk menjauhkan nagari dari musibah.Bukan itu saja bakaua adat dilakukan agar adat dan tradisi minangkabau tidak hilang di telan masa,agar generasi muda tidak melupakan tradisi minangkabau.
Bagi saya di perkampungan adat itu sangat unik dan masih menjaga tradisi minangkabau,waktu saya menjelajahi kampung adat dangan teman-teman saya untuk tugas kuliah,disana saya lihat rumah masyarakat disana semua nya masih rumah gadang yang di beri nama suku setiap rumah gadang,disana juga terdapat kisah menarik tentang”Surau Simauang”tentang”Syekh abdul muhsin,syekh amiludin”.Nah sebelum acara bakaua dilakukan ada nama nya”Malimau tungkek”pagi sebelum acara bakaua dilakukan maka ada namanya malimau tungkek,Tungkek(tongkat) tersebut milik syekh abdul muhsih yang di simpah di rumah gadang Caniago.
Bagi saya ikut serta dalam bakaua adat nagari sijunjung,Saya banyak sekali dapat ilmu dan pembelajaran di sana.Dan menurut saya Di sana sangat Keren sekali karna di sana masih kental dengan adat tradisi minangkabau.