Bimbang Adat Tradisi Khas Bengkulu Selatan
Bimbang Adat adalah tradisi khas Bengkulu Selatan yang biasanya di adakan saat adanya acara pernikahan di Bengkulu Selatan. Jika mengadakan acara Bimbang Adat ada beberapa tahapan atau proses yang dilakukan antara lain, Gegerit (Tari Andun), Makan Sepagi, Numbak Kebau. Gegerit adalah suatu tarian yang di iringi dengan bunyi kelintang. Biasanya alunan bunyi kelintang dipadu dengan ketukan bunyi rabana.
Sebelum melaksanakan acara Bimbang Adat ini tuan rumah harus mintak izin terlebih dahulu kepada ketua adat atau kepala desa dengan membawak Lengguai sebelum melaksanakan tarian atau memulai Bimbang Adat. Biasanya Lengguai ini di berikan kepada ketua adat atau kepaladesanya, jika sudah di setujui oleh kepala adat atau kepala desa maka acara Gegerit atau tari Andun bisa dimulai, biasanya tari Andun ini dilakukan oleh para gadis dan bujang secara berpasangan pada malam hari. Tari Andun ini dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat atas berkat yang mereka dapatkan.
Buyung Lanip mantan Depati atau ketua adat di Pino Baru Bengkulu Selatan `` kalo dulu sebelum melakukan Bimbang Adat ketua adat di panggil ke rumah yang ingin melaksanakan acara Bimbang Adat tersebut, nah setelah depati itu datang kerumah di situ banyak rentetan-rentetan yang dimintak oleh sepuko rumah`` Sabtu (19/04/2025)
Setelah ketua adat dan tuan rumah berbincang dan di bolehkan melaksanakan Bimbang Adat makan di laksanakan terlebih dahulu tari Andun yang di lakukan oleh bujang dan gadis pada malam hari dan setelahnya dilanjutkan dengan acara Makan Sepagi dan di lanjutkan dengan tarian Numbak Kebau. Tarian Numbak Kebau ini awalnya se ekor sapi ditutupi matanya dan lalu dari pihak laki-laki yang menari mengelilingi kebau tersebut sebanjak tujuh keliling dan kemudian dilanjutkan dari pihak perempuan.Setiap gerakat tarian yang di lakukan selalu di iringin dengan kelintan dan rabana kalau tidak tidak di iringi dengan kelintang dan rabana tarian tidak akan mulai. Jika kelintang dan rabana sudah berbunyi maka tarian juga dimulai dengan mengikuti irama dari kelintang dan rabana. Kelintang ini sendiri memang tidak bisa lepas atau terpisakan dari tarian tarian adat karena kelintang termasuk alat musik tradisional yang sudah lama terun temurun dari nenek moyang dulu.
Acara Bimbang Adat juga memiliki ciri khas pakaiannya yang tentu mengunakan pakaian adat juga, bagi perempuan harus mengunakan kebaya dan bersanggul dan bagi yang laki-laki harus memakai sarung dan kopia, tradisi ini sudah dilakukan dari dulu dan sampai sekarang juga sama.
``yang pasti kita harus sopan perempuan pakaiannya pakai kebaya pakai rambutnya di sanggul pakai kain panjang dan juga laki-lakinya harus pakai sarung harus pakai kopia biar lebih sopan bagus dan keliatannya lebih rapi, dan ada pesan sedikit untuk anak-anak mudah
sekarang lestarikanla adat Bengkulu Selatan apa lagi Bimbang Adat ini sudah jarang diadakan jangan sampai hilang``
Kini Bimbang Adat sudah mulai dilupakan, banyaknya tradisi asing yang mengantikan Tradisi Khas Bengkulu Selatan ini maka dari itu untuk seluruh pemuda dan pemudi di manapun berada ayok kita lestarikan budaya kita karena kalau bukan dari kita siapa lagi, kalau bukan sekarang siapa lagi.
Penulis : Indah Suci Distianingsi
Mahasiswa S1 Jurnalistik
Universitas Bengkulu