Butuh Perhatian Penuh Dari Pemerintah Daerah, PDAM Tirta Selagan Perlu Jaringan Untuk Perluasan
Mukomuko, Jurnalbengkulu.com - Bupati mukomuko Sapuan meresmikan kantor PDAM Tirta Selagan, Senin (26/9/2022). Turut hadir dalam peresmian kantor PDAM Tirta Selagan, Sekda Mukomuko, Yandaryat P, Asisten II Setdakab Mukomuko, Bustari Maler, Direktur PDAM Tirta Selagan, Sodri, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala FKPD, Camat Kota Mukomuko, Muhammad Fadly dan lainnya.
Bupati menyampaikan, bahwa Pemkab Mukomuko akan mensuport untuk pengembangan PDAM Tirta Selagan.
“Pemkab Mukomuko terus mensuport dan akan membantu semaksimal mungkin untuk pengembangan PDAM agar kedepan lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kebutuhan air kepada masyarakat,”pungkasnya.
Lanjut Bupari, "dengan adanya jaringan pipa yang ada saat ini, sekiranya belum mampu menampung penyaluran debet air bersih hasil produksi PDAM.
Seharusnya ada jaringan tambahan. Sementara hari ini, dilihat dari kecepatan air ini, kita baru dipakai 10 hingga 15 persen, jelas nya.Sebenarnya masih bisa dimaksimalkan kecepatannya untuk mengaliri air ke warga, namun saluran yang kita miliki belum memadai.
Solusi untuk memperluas jangkauan air bersih, tiada lain dengan melaksanakan pembangunan jaringan baru. Untuk itu, ia berharap pihak manajemen PDAM membangun komunikasi dengan BWS agar Kabupaten Mukomuko juga mendapat sentuhan program pemasangan jaringan baru dari instansi tersebut
Setelah jalur tersebut ada, tentu kami pemerintah daerah akan menganggarkan untuk pembangunan saluran ke rumah warga, sehingga kedepan pelayanan PDAM betul-betul lebih maksimal kengah masyarakat
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Selagan Mukomuko, Sondri Kasnaldi, SS menyampaikan, bahwa air bersih hasil produksi PDAM sudah menjangkau beberapa wilayah. Namun demikian, ia mengakui masih menemukan beberapa kendala kerusakan dan kebocoran jaringan.
"Secara bertahap, kerusakan jaringan PDAM terus dilakukan perbaikan. Alhamdulillah, beberapa kawasan yang sudah ada jaringannya, pelanggan sudah dapat menikmati air bersih, meskipun belum maksimal", terang Sondri
Sondri menambahkan, "terkait tetang pelaksanaan atau penyaluran air bersih dari sumber reservoar pengolahan hinga perlu juga dikontrol. Karena di angap penyediaan jaringan untuk penyaluran air belum maksimal.Dalam kegiatan tersebut pernah kita laksana buka enam putaran, namun pipa tersebut tidak mampu menampung. Hingga mengakibatkan banyak yang jebol. Namun sekarang kita akan mencoba membuka tiga, memang air yang mengalir ke rumah-rumah belum begitu optimal". (Rudi)