Diduga Fasilitas Umum di Desa Sengkuang Diklaim Milik Pribadi
Seluma, Jurnalbengkulu.com - Desa Sengkuang di Kabupaten Seluma memiliki aturan yang unik dalam mengambil kebijakan. Desa tersebut ada salah satu 1 WC umum dan sumur bor yang akan digunakan untuk kepentingan masyarakat umum. Terdapat beberapa titik yang saat ini terbengkalai akibat tidak d gunakan oleh masyarakat. Diduga fasilitas umum ini diakui milik pribadi.
Masyarakat setempat meminta kepada perangkat desa dan kepala desa untuk mengambil langkah dan kebijakan agar masyarakat bisa memakai air dan WC umum kembali untuk di fungsikan sebagaiman mestinya.
Menurut sumber yang didapat melalui tokoh masyarakat yang tidak mau di sebutkan namanya, cek dan ricek di lokasi benar adanya WC dan sumur bor serta tower ada di samping milik perumahan pribadi. Masyarakat meminta kepada pemerintah Desa agar bisa mencari jalan tengah terkait WC dan sumur Bor yang di klaim milik pribadi.
Masyarakat sekitar sangat membutuhkan air dan WC umum, “sekarang keadaan WC dan sumur terbengkalai dan tidak terawat, bilamana ada yang mau mengunakan, pemilik rumah diduga mengatakan ‘bongkarlah bangunan gedung dan peralatan yang ada’. Sekarang ini musim penghujan jadi sumur ada airnya , namun bila kemarau air sumur banyak yang tersedot oleh sumur bor tersebut”.
Sementara itu, terkait ketahan pangan yang di sampaikan oleh masyarakat dalam rapat bersama warga dan aparat Desa, diketahui ketahanan pangan akan belikan binatang unggas. Selain itu, terdapat bibit durian dan jambu 4 batang yang sampai saat ini jarang yang di tanam dan bibit jadi kering karena tidak di manfaatnya oleh warga .
Berdasar temuan diatas, tim media 2 hari berturut mencoba konfirmasi kepada aparat desa, tetapi sekdes dan Kepala Desa sulit untuk di temui di kantor maupun di rumah pribadinya. Sedangkan ketika dihubungi lewat sambungan telpn terkait ketahanan pangan jawabnya ketemu di kantor saja jawab sekdes .
“Dalam musyawarah dengan tokoh masyarakat dan perangkat desa , hasilnya warga akan menerima bibit binatang unggas. Namun ternyata yang di terima oleh warga adalah bibit durian dan bibit jambu 4 batang “. terang warga
Warga berharap, "kepada APH kabupaten Seluma agar ditindak lanjuti terkait dugaan Dana Desa melaui ketahanan pangan yang di bagikan untuk masyarakat di dalam musyawarah di bagikan binatang bibit unggas namun nyatanya di gantikan menjadi bibit batang buah- buahan seperti durian dan jambu. Kalau ini melanggar diharapkan untuk di tindak lanjuti terkait dugaan dan ketahan pangan tersebut”. (Yudi Wusono)