Indonesia Mampu Bersaing di Panggung Internasional
Negara-negara internasional berlomba-lomba menyebarluaskan budayanya melalui konten berupa, film, musik, acara tv dan iklan ke negara yang lebih lemah dalam hal ini. Internet dan media sosial menjadi alat canggih dalam menyebarluaskan itu semua dengan waktu yang sangat singkat. Media sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari kita. Apa yang kita lihat di media sosial secara tidak sadar, kita telah mengkonsumsi budaya asing. Tak sedikit budaya asing yang masuk ke negara indonesia, mulai dari genre musik barat seperti rock, hip-hop, R&B hingga Korean-pop. Tak hanya itu, dalam konteks film kebanyakan masyarakat indonesia lebih tertarik pada film dari negara-negara lain, mulai dari negara asia seperti China, Thailand, Korea Selatan yang memiliki pengaruh besar dalam menarik perhatian penonton di indonesia.
Kehadiran budaya asing mempengaruhi gaya hidup masyarakat indonesia khususnya di kalangan anak muda, dimana generasi muda cenderung sering mengonsumsi budaya asing daripada budaya lokal. Ini akan berdampak pada rusaknya identitas budaya indonesia sehingga tidak ada lagi yang dapat diwariskan dari budaya indonesia ke generasi berikutnya. Fenomena ini menjadi catatan penting bagi negara indonesia untuk tetap memperkenalkan budaya lokal ke masyarakat dan menyebarluaskannya ke negara-negara lain.
Dengan teknologi, internet dan media sosial, indonesia mampu membuktikan bahwa indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain. Dalam dunia perfilman, indonesia mampu bersaing di panggung internasional melalui series “Gadis Kretek” yang meraih penghargaan Best Mini Series dengan “3 Body Problem” dalam kategori Internasional Competition pada program Seoul International Drama Awards yang diselenggarakan pada 25 September 2024. Untuk meraih penghargaan ini “ Gadis Kretek” harus bersaing dengan series lainnya di nominasi ini seperti, Moving, The Worst Evil dan Daily Dose of Sunshine. Tak hanya itu, series “Gadis Kretek” juga masuk dalam beberapa nominasi program Asia Contents Awards & Global OTT Awards yang akan diselenggarakan pada 6 Oktober 2024. Series yang tayang pada Netflix ini masuk dalam beberapa nominasi yaitu, Best Creative, Best Lead Actor Female (Dian Sastrowardoyo), Best Supporting Actor Male (Arya Saloka), dan mendapatkan penghargaan dari nominasi Best Director (Kamila Andini & Ifa Isfansyah).
Melalui penghargaan ini, budaya indonesia semakin dikenal oleh negara-negara lain dan pastinya dibantu dengan teknologi. Dengan adanya budaya asing yang masuk ke indonesia membawa perspektif baru yang membuat meningkatnya kreativitas dan inovasi bagi masyarakat indonesia. Walaupun begitu, kita sebagai masyarakat indonesia harus tetap menjaga dan melestarikan budaya lokal. Teknologi yang canggih saat ini dapat kita manfaatkan dalam menjaga dan melestarikan budaya indonesia hingga menyebarluaskannya ke penjuru dunia atau bahkan bisa kita jadikan kolaborasi dengan budaya negara lain, tetapi tetap tidak menghilangkan nilai budaya indonesia itu sendiri.
Indonesia harus tau bagaimana memanfaatkan teknologi zaman sekarang, memanfaatkan internet dan media sosial untuk memperkenalkan Indonesia ke negara lain. Tak hanya dalam dunia perfilman yang saya ceritakan diawal, masih banyak karya seni Indonesia yang layak diketahui oleh negara-negara lain, seperti musik, pertunjukan tradisional, pakaian adat, kerajinan tangan hingga produk buatan Indonesia. Selain itu, media sosial bisa digunakan untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakat Indonesia itu sendiri, karena tak banyak masyarakat Indonesia yang melestarikan budaya Indonesia. Melalui media sosial kita bisa membuat sebuah komunitas dengan tujuan melestarikan budaya Indonesia, dengan ini masyarakat jadi tau serta paham akan budaya indonesia dan mau ikut serta memperkenalkan Indonesia ke negara-negara lain.
Penulis : Gabriel Sevrina, Mahasiswa Jurnalistik Universitas Bengkulu