Indonesia Memiliki Banyak Sekali Kebudayaan dan Tradisi
Oleh : RAFHEL SETYA PRATAMA dari mahasiswa sastra Minangkabau Universitas Andalas Padang
Indonesia memiliki banyak sekali kebudayaan dan tradisi, tradisi ini berkembang di seluruh daerah, keunikan dan keberagaman tiap tradisi memiliki makna tersendiri. Daerah yang memiliki tradisi yang unik terdapat di daerah minangkabau. Mengenal wilayah minangkabau tidak asing di kalangan masyarakat, karena minangkabau terkenal dengan keberagaman adat istiadat beserta tradisi nya. Tradisi merupakan suatu kebijakan yang diwariskan secara turun-temurun. Tempatnya ada dalam kesadaran, dalam keyakinan, norma, dan nilai-nilai yang kita anut saat ini, dan pada objek-objek yang diciptakan di masa lalu. Tradisi ini juga memberikan peninggalan peninggalan sejarah yang bermanfaat. menjaga dan melestarikan oleh generasi sekarang, agar tradisi yang diabadikan ini tidak luntur.
ada banyak tradisi yang terdapat di minangkabau, baik yang sudah diketahui maupun belum banyak diketahui oleh orang banyak. salah satu contoh tradisi yang ada di minangkabau yaitu "Baarak". Baarak merupakan tradisi yang terdapat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Tradisi ini terlihat dalam upacara pernikahan, Batagak Gala, Khatam Quran, dan sunat rasul.
tradisi baarak ini ada di setiap nagari di minangkabau. maarak marapulai merupakan prosesi adat dimana sanak saudara, kaum kerabat, ninik mamak dan urang sumando mengiringi mempelai pria dari sisi mempelai pria hingga ke rumah mempelai wanita. Mereka membentuk prosesi bersama-sama dan mengantarkan mempelai pria ke rumah mempelai wanita. Prosesi Maarak Marapulai berlangsung sehari setelah akad nikah dan upacara ijab kabul diumumkan. Merupakan acara terakhir dari rangkaian acara pernikahan kedua mempelai. Prosesi adat Maarak Marapulai ini membawa pesan kepada masyarakat umum bjikoahwa ada calon pengantin yang rela merelakan kehidupan membujang. Selain itu, Maarak Marapulai juga bertujuan untuk menciptakan ikatan persahabatan antara dua suku yang berbeda.
Sebelum Maarak Marapulai dilakukan, ada permohonan dari pihak mempelai wanita. Prosesi Maarak Malapulai dilakukan oleh dua orang laki-laki (Urang Sumando) dan melakukan imbauan agar rombongan mempelai wanita bersiap. Seruan ini dikenal juga dengan nama Mamanggia Marapulai. Tradisi ini sudah ada dari zaman nenek moyang terdahulu, tradisi ini selalu dilakukan jika ada prosesi pernikahan di minangkabau merupakan salah satu adat yang harus ditaati. tetapi, pada masa sekarang ada juga yang tidak melakukan prosesi baarak ini karena hanya cukup dengan ijab qabul saja itu sudah cukup untuk sah di mata Allah SWT. tetapi masyarakat hidup di ranah minang yang berpedoman dengan " adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah" dimana orang minangkabau hidup berdampingan dengan adat dan agama islam sama hal nya dengan kehidupan sosial manusia dan masyarakat.
Berdasarkan persetujuan Ninik Mamak, Urang Sumando dan Bundu Kanduang, maka prosesi Maarak Marapulai dimulai dengan berjalan kaki. Jika rumah Malapulai berjarak puluhan kilometer dari rumah mempelai wanita, rombongan menggunakan kendaraan roda empat. Rombongan harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki hingga mencapai jarak kurang lebih satu kilometer dari rumah mempelai wanita. Sekitar 200 meter dari rumah mempelai wanita, mempelai pria memarkir mobilnya dan menunggu mempelai pria menjemputnya. Sesampainya kedua mempelai, kedua mempelai masuk ke rumah mempelai wanita bersama-sama dan duduk berdampingan di depan pelaminan. Sementara Ninik Mamak, Urang Sumando, kedua mempelai sedang duduk bersama. Dalam hal ini Ninik Mamak pihak mempelai pria bermaksud untuk menyerahkan mempelai pria kepada Ninik Mamak mempelai wanita agar ia diterima sebagai Urang Sumando dari kaum mempelai wanita. Acara Maarak Marapulai diakhiri dengan menikmati makanan yang disajikan. Usai makan, rombongan mempelai pria pamit dan pulang ke rumah masing-masing