Kebersamaan dalam Tolong Menolong
Oleh : Hanifa Nur Hajjah
NIM : 2310742008, Mahasiswa Universitas AndalasKebersamaan dalam tolong-menolong ini merupakan salah satu nilai sosial yang sangat penting di dalam kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat. Sikap tolong menolong ini mencerminkan rasa empati, solidaritas, dan persaudaraan antara individu dalam sebuah komunitas. Tolong-menolong dapat mempererat hubungan sosial dan memperkuat rasa persaudaraan antar sesama. Misalnya, melalui kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan di sekitar mesjid, membantu korban yang terdampak bencana alam, atau memberikan dukungan kepada teman yang sedang menghadapi kesulitan atau masalah. Tindakan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi orang yang dibantu saja, akan tetapi, juga memberikan kepuasan batin bagi orang yang membantunya.
Dalam sebuah video animasi pemenang oscar berdurasi satu menit bermakna mengapa kita butuh teman dalam hidup yang saya tonton. Pada awal video tersebut terlihat seekor kumbang kecil yang melihat temannya dalam kesusahan berusaha untuk membalikkan badannya yang terbalik di atas batu. Kumbang kecil tersebut mendatangi kumbang yang terbalik itu untuk membantunya. Namun, setelah kumbang itu mencoba dan berusaha dengan sekuat tenaga. Akan tetapi, usahanya itu tidak membuahkan hasil sama sekali. Sadar bahwa ia tidak bisa melakukannya sendirian, kumbang tersebut memutuskan untuk pergi dan meminta bantuan kepada teman-temannya yang lain. Kumbang itu mendatangi lagi temannya yang kesusahan dengan membawa bala bantuan untuk menolongnya. Para kumbang tersebut hinggap disebuah daun dan menundukkan daun itu agar kumbang yang terbalik itu bisa tertolong. Dengan bekerja sama, mereka akhirnya berhasil membebaskan kumbang yang terbalik, dari video yang berdurasi 1 menit lebih tersebut membuktikan bahwa sesuatu yang dilakukan secara bersama-sama akan menjadi lebih mudah dan dari video tersebut kita bisa tahu mengapa kita butuh teman dalam hidup, kita sangat membutuhkan teman atau orang lain dalam hidup ini karena ketika kita mengalami sebuah masalah maka orang pertama yang akan membantu kita adalah teman kita sendiri. Jadi, yang dapat disimpulkan dari kisah kumbang dalam video tersebut adalah kita itu sebagai makhluk sosial harus memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar kita, jika ada yang kesusahan kita langsung bisa membantunya dengan semampu yang kita bisa. Seperti pepatah minang yang mengatakan "Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang" Pepatah ini mengandung makna segala sesuatu yang dikerjakan secara bersama-sama akan lebih mudah atau cepat selesai. Kisah kumbang ini memiliki makna yang sangat mendalam, terutama ketika kita kaitkan dengan bulan suci Ramadan. Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan serta bulan yang penuh berkah. Pada bulan suci ramadhan ini tidak hanya tentang menahan lapar dan haus saja, akan tetapi kita dianjurkan untuk melatih kepekaan terhadap sesama dan juga tentang meningkatkan rasa kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong atau tolong menolong dan kerja sama dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sama halnya seperti kumbang dalam video tersebut yang menyadari bahwa ia tidak mampu untuk menolong kumbang yang kesusahan itu sendirian, kumbang itu langsung pergi untuk meminta bantuan kepada kelompoknya untuk bisa membantu kumbang yang kesusahan itu, kita pun dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa selalu mengandalkan diri sendiri. Ada kalanya kita tidak bisa melakukan segala sesuatu dengan hanya mengandalkan diri sendiri saja tetapi Kita juga membutuhkan orang lain, baik dalam hal ibadah, melakukan pekerjaan, maupun kehidupan sosial yang lainnya.
Dalam bulan Suci Ramadan, semangat tolong-menolong ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, seperti memberikan sedekah bagi fakir miskin, berbagi takjil atau makanan untuk berbuka puasa, menyumbang atau membantu meringankan beban anak-anak di panti asuhan, membersihkan mesjid untuk persiapan sholat tarawih, membantu tetangga atau masyarakat sekitar kita yang membutuhkan bantuan, serta menjalankan ibadah bersama di masjid. Seperti para kumbang yang bahu-membahu menyelamatkan teman mereka, umat Islam diajarkan untuk saling membantu, baik dalam bentuk materi maupun dukungan moral. Selain itu, kisah kumbang ini juga mengajarkan bahwa setiap orang memiliki peran dalam masyarakat di sekitar tempat tinggal maupun di lingkungan masyarakat yang jauh. Dalam video, kumbang kecil mungkin tidak cukup kuat untuk menolong sendiri, tetapi ketika bekerja bersama dengan kelompoknya, mereka menjadi lebih kuat. Begitu pula di kehidupan nyata kita harus hidup bersosialisasi dengan sesama, seperti kebersamaan dalam keluarga, komunitas, dan masyarakat sangat penting. Akhirnya, pada bulan Suci Ramadan ini selalu mengingatkan bahwa kita harus memiliki hati dan jiwa kepedulian yang tinggi terhadap sesama dan tangan yang siap membantu ketika ada yang membutuhkan bantuan. Kita harus menjauhkan diri kita dari sifat tinggi hati dan iri. Ketika kita saling tolong menolong tidak ada masalah yang tidak bisa untuk diatasi dan ketika kita sudah dibantu atau ditolong jangan lupa untuk mengucapkan Terima kasih kepada orang yang telah membantu kita. Bulan Ramadhan juga mengajarkan kita untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi. Dengan saling tolong menolong dan berbagi kebahagiaan, beban orang lain menjadi lebih ringan, serta menciptakan suasana yang damai, nyaman dan harmonis di tengah masyarakat. Oleh karena itu, nilai-nilai kebaikan ini harus terus diterapkan, tidak hanya pada bulan Ramadhan saja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjunjung tinggi nilai tolong menolong ini akan membuat kehidupan menjadi harmonis. Inilah esensi dari Ramadan, membangun solidaritas, menguatkan ukhuwah, dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik dengan saling membantu satu sama lain.