Ketek Taraja-Raja, Gadang Tabaok-Baok, Tuo Tarubah Tido
Penulis: Annisa Putri (mahasiswa sastra Minangkabau, universitas Andalas)
Dari gambar diatas yang tertulis "Di larang parkir roda dua" secara otomatis kita bisa menilai bahwa tidak semua orang mengerti dan paham akan maksud dari uraian kata diatas. Makna yang seharusnya bisa dimengerti dengan mudah jika kita mempunyai pikiran dan logika yang masih sehat dan stabil, kita yang dikenal sebagai orang yang mempunyai pendidikan yang lebih tinggi dari orang lain, namun sangat disayangkan karena dari hal kecil seperti ini saja kita tidak bisa memaknainya dengan baik dan benar.Sama hal nya dengan bahasa ibu, sesuatu yang diajarkan dari awal juga sangat menentukan sikap dan perilaku kita untuk kedepannya, bagaimana cara kita memandang dunia dan sekiranya. Sesuatu yang diajarkan sedari kecil, akan membuat kita mengetahui dari awal mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk kita lakukan. Jika kita diajarkan bagaimana cara mematuhi peraturan yang dibuat, mengerti tentang apa yang disepakati, dan tau mana yang boleh dilakukan dan mana yang dilarang kan.
Dari poster diatas kita bisa mengerti dan memahami bahwa tidak semua orang yang dianggap sudah dewasa mengerti mana yang baik dan yang tidak baik untuk dilakukan. Poster yang dipajang sedemikian rupa yang diharapkan bisa dibaca, dipahami, dan ditaati oleh semua orang namun sangat disayangkan harapan tersebut tidak sesuai seperti apa yang diharapkan sebelumnya. Apalagi poster tersebut berada dilingkungan orang-orang yang dianggap tau dan mampu untuk menaati kalimat yang tertera di poster tersebut.
Bagi sebagian orang mungkin ini hanya akan menjadi hal yang diabaikan dan tidak diambil pusing, namun kita sebagai mahasiswa yang sangat diharapkan bisa menyuarakan hal seperti ini setidaknya kita tidak melakukan hal yang sama dan memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakat luar yang ternyata secara tidak sengaja menyaksikan kejadian seperti gambar diatas.
Mengapa orang-orang tetap melanggar hal yang seharusnya dipatuhi dan dijalani malah melanggar?. Ya, bukan menjadi rahasia lagi bahwa sebagian dari kita punya prinsip bahwa "aturan dibuat untuk dilanggar", ya memang begitulah hal yang terjadi dinegara ini. Tidak bisa dipungkiri, hal yang seperti ini seharusnya yang harus kita ubah pola pikir terhadap sesuatu, jika memang memiliki prinsip dan pandangan seperti itu, maka lebih baik dari awal tidak membuat aturan apa-apa jika akhirnya juga dilanggar juga.
Selain dari prinsip yang seperti dikatakan tadi, orang-orang juga punya alasan untuk melakukan hal tersebut. seperti halnya dengan aturan yang ada di atas, disitu hanya ada aturan saja tanpa menyertai denda atau hal yang akan didapatkan jika melanggarnya hal tersebut. Karena tidak adanya kejelasan terkait denda atau hal yang akan didapatkan jika kita melanggar aturan tersebut, maka orang-orang akan dengan mudah untuk melanggarnya karena mereka tidak akan memikirkan konsekuensi yang akan mereka terima.
Alangkah baiknya jika terdapat poster atau pajangan seperti gambar yang ada diatas, disertai dengan konsekuensi yang akan didapati jika ada yang melanggarnya, bukan alasan mengapa tapi jika poster seperti diatas disertai dengan konsekuensi atau denda, maka orang-orang pasti akan berpikir berulangkali jika ingin melanggar aturan yang telah mereka baca tersebut. Jika menurut mereka konsekuensi yang akan mereka dapati terasa memberatkan maka mereka pasti akan menghindari untuk melakukan hal tersebut dan lebih memilih untuk mematuhi aturan yang ada walaupun itu akan terasa berat untuk mereka lakukan.
Jika orang-orang merasa terberatkan atas apa yang akan mereka dapatkan maka pasti mereka akan berusaha untuk tidak melanggar dan mematuhi peraturan yang dibuat. Jika hal seperti demikian terjadi, maka secara otomatis negara kita akan dipenuhi oleh orang-orang yang mematuhi aturan dan akan menjadikan negara yang tentram dan damai. Jika warga negara taat pada aturan maka akan terbentuk negara yang bebas akan kerusuhan dan perkelahian karena orang-orang akan hidup tertib sebagaimana semestinya negara yang damai dan tentram.
Oleh karenanya, judul diatas sangat berkaitan dengan poster yang ada diatas, karena sesuatu yang diajarkan dari kita kecil akan sangat berpengaruh besar terhadap perilaku dan sikap kita kedepannya. Jika kita sedari kecil sudah diajarkan memaknai sesuatu dari kecil walaupun dari hal sepele sekalipun tapi itu sangatlah berpengaruh untuk kita menilai sesuatu untuk kedepannya hungga menilai, memahami, dan mengerti hal-hal besar sekalipun yang mereka lihat dan hadapi.
Hal seperti diatas, kita bisa menilai mana orang yang sebenarnya benar-benar mengerti dalam memaknai sesuatu dan mana orang-orang yang hanya bisa membaca sepintas hal yang tidak sengaja mereka lihat. Sebelum kita mempelajari hal yang lebih besar, seharusnya kita dituntut mengerti terlebih dahulu tentang dasar-dasar yang harus kita ketahui. Seperti halnya dalam memahami poster diatas, mungkin sebagian orang menganggap itu hanya hal kecil dan sepele namun, itu adalah awal sebelum kita memahami hal yang lebih besar lagi.
Kesimpulannya dari judul diatas memiliki arti bahwa sesuatu yang diajarkan sedari kecil, maka itu akan terbawa-bawa sampai kita menua. Jika dari kecil kita tidak diajarkan cara memaknai hal yang sebenarnya sederhana seperti tadi, maka itu akan jadi hal yang sulit untuk dipahami. Kita yang seharusnya memberikan contoh teladan untuk orang-orang sekitar, malah kita yang menyebabkan kesalahan itu sendiri, melanggar aturan yang telah ditulis dan di pajang sedemikian rupa, namun sayangnya tidak diindahkan oleh orang-orang sekitarnya.