Keterkaitan Larangan Agama dan Adat Minangkabau
Oleh: Siti Fatimah, Mahasiswa Sastra Minangkabau, Universitas Andalas
Agama dan adat di Minangkabau adalah dua hal bertaut dan tidak dapat di pisahkan oleh masyarakat minangkabau, semua orang Minangkabau wajib menganut agama islam.
Ada beberapa hal yang di anggap lumrah oleh masyarakat tetapi di larang keras dalam agama dan adat oleh masyarakat Minangkabau:
1. Perayaan hari Valentine
Hari Valentine sering disebut juga dengan hari kasih sayang yang jatuh setiap tanggal 14 Februari, hari yang di anggap sebagai hari cinta dengan adanya coklat dan bunga sebagai hadiah kepada orang terkasih. Hari Valentine merupakan tradisi dan kebudayaan orang roma kuno, yang di anggap tidak mencerminkan ajaran agama islam karena asal usul adanya hari Valentine adalah dari kisah Santo Valentinus seorang pendeta di kekaisaran romawi kuno yang hidup pada abad ke-3 .
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebutkan bahwa valentine Haram untuk dilakukan oleh umat islam.
Terutama dalam masyarakat Minangkabau, seperti yang kita tau masyarakat Minangkabau berlandaskan pada adaik basandi syara' , syara' basandi kitabullah yang bermakna bahwa adat dan ajaran Minangkabau berlandaskan Alquran dan agama islam.
Melaksanakan hari Valentine sama saja dengan merusak generasi muda untuk melakukan hal hal yang berujung negatif. Seperti berpacaran, pacaran adalah jalan masuk nya zina, zina dilarang dalam Alquran dan adat, hal ini sudah di anggap wajar oleh masyarakat pada zaman ini.
Hari kasih sayang atau sering dikenal dengan hari Valentine merupakan salah satu budaya barat yang sudah berkembang. Dengan melaksanakan budaya barat sama saja dengan merusak budaya budaya yang sudah ada di Indonesia terutama budaya Minangkabau yang berlandaskan agama Islam.
Karena zaman sudah sangat berkembang dan teknologi pun sudah semakin maju, banyak nya anak muda menghabiskan waktu dalam pemakaian handphone untuk bersosial media yang mengakibatkan anak muda yang merupakan seorang muslim dan muslimah melaksanakan hari Valentine tanpa tau bahwa hal tersebut haram hukumnya jika dilaksanakan oleh umat Islam. Hal tersebut terjadi karena zaman yang semakin maju dan tidak adanya iman di dalam diri.2. Keluar dari agama Islam
Keyakinan dalam memilih agama memang pilihan diri sendiri, tetapi dalam budaya Minangkabau semua orang Minangkabau wajib menganut agama islam, yang memiliki pedoman adaik basandi syara', syara' basandi kitabullah. Jika seorang masyarakat Minangkabau memilih keluar dari agama islam maka dia juga keluar dari adat Minangkabau.
Pada media sosial terutama TikTok, saya sebagai orang Minangkabau dan mahasiswa yang sedang berkuliah di jurusan sastra minangkabau melihat seseorang yang dengan bangga memposting sebuah video pernikahan minangkabau yang dilakukan didalam tempat ibadah yang bukan tempat ibadah agama islam. saya menyayangkan bahwa banyak komentar komentar orang yang mendukung hal tersebut karena orang itu juga memilih untuk keluar dari islam tetapi juga ada beberapa orang yang tidak membenarkan hal tersebut. Salah satu contoh komentar yang saya lihat seseorang menuliskan komentar "saya memiliki suku caniago,tetapi saya beragama kristen", hal ini terjadi karena kurang nya ilmu tentang adat dan agama. Seharusnya orang yang memilih untuk keluar dari agama Islam mereka juga harus tau bahwa mereka juga keluar dari Minangkabau dan suku yang dia junjung juga sudah hilang.
Pada satu artikel yang di unggah oleh media masa yang berjudul "ini lah kisah orang-orang minang yang murtad, memakai atribut-atribut budaya minang untuk kristenisasi" yang diunggah ulang pada tahun 2024 pada media sosial tiktok bernama "berkati selalu tuhan" mendapatkan lebih kurang 1000 komentar yang berisikan pro dan kontra terhadap hal tersebut. Hal ini adalah salah satu contoh melenceng nya sebuah adat dan di normalisasi kan oleh orang orang yang tidak tau tentang adat Minangkabau.
Beberapa orang berkomentar tentang hal tersebut tidak lah masalah dan berfikir bahwa banyak orang minangkabau yang sudah di berkati tuhan, sedangkan banyak orang yang marah akan hal tersebut karena pedoman orang minang adalah agama islam dan Alquran.
Biasanya orang minangkabau yang sudah memilih untuk berpindah keyakinan akan mendapatkan sanksi sosial di lingkungan nya salah satu nya adalah di benci oleh keluarga minangkabau dan tidak di anggap anak orang minangkabau lagi, dia tetap menjadi orang sumatera tetapi sudah keluar dari minangkabau.
Dari dua hal tersebut sudah memperjelas bahwa kebudayaan Minangkabau dan agama Islam adalah dua buah hal yang berkaitan dan tidak dapat dirubah.