Ketua AMPG Bengkulu Sebut Pernyataan Dempo Tak Masuk Akal
Jurnalbengkulu.com – Terkait pernyataan Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Dempo Xler, mengenai pertemuan Helmi Hasan dan Ketum Partai Demokrat AHY di Jakarta merupakan satu langkah besar dalam rangka menyelamatkan Bengkulu dari Kehancuran, seperti dilansir https://lenterapublik.com/selamatkan-bengkulu-dari-kehancuran-demokrat-dan-helmi-bangun-perahu-nabi-nuh/, mendapat tanggapan dari berbagai kalangan salah satunya adalah Ketua AMPG Provinsi Bengkulu Amiril Fauzan. (25/06/2020).
Menurut Amiril fauzan pernyataan Ketua BM PAN Bengkulu Dempo Xler tersebut tidak masuk diakal.
“Apa yang disampaikan Bung Dempo mengenai kehancuran Bengkulu seperti orang yang sedang berkhayal, tidak masuk di akal. Sulit untuk kita dapat menerima maksud kehancuran yang sedang bung dempo bayangkan.:” Ungkap Amiril Fauzan
Lanjut Amiril Fauzan, Mengingat kita semua masih terus berjuang memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.
“Terlebih kondisi saat ini, dimana kita semua sedang disibukan dalam upaya menghentikan penyebaran wabah Covid-19. Yang lebih penting sekarang Bagaimana sinergitas semua pihak baik di Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam melindungi masyarakat dari masif nya penyebaran covid-19 ini”. Lanjut Amiril Fauzan
Terlebih lagi menurut Pengusaha Muda yg bergelut di AMPG saat ini yang dibutuhkan rakyat ini kepedulian seorang pemimpin. Rakyat butuh pemimpin yang bisa mendengarkan.
“Tidak perlu kita membangun framing Lebay yang memuakkan, seolah-olah harapan perkembangan dan kemajuan Provinsi Bengkulu ada ditangan beberapa kelompok partai saja. Karena saat ini yang dibutuhkan rakyat adalah kepedulian dan hadirnya seorang pemimpin ditengah-tengah rakyat. Sehingga perwakilan pemerintah atau negara memang benar-benar dirasakan oleh rakyat.” tambah Amiril Fauzan.
Lanjut Amiril Fauzan, Harapan kita semua dalam menyambut pesta demokrasi ini, semua pihak dapat terlibat, dan bersatu serta saling menguatkan.
“Jadikanlah panggung politik saat ini sebagai momentum kita semua menciptakan demokrasi persatuan, tidak hanya bertujuan pada politik praktis yang dapat menghalalkan segala cara demi tujuan sehingga dapat merusak tatanan sosial yang ada”. Tutup Amiril Fauzan. (RJ)