Makanan tradisional Nagari Sijunjung
Oleh : Sayyid Sufi Mubarok, Mahasiswa Sastra Minangkabau Universitas Andalas
Makanan tradisional Kalau untuk disijunjung itu sebenarnya, kalau kami disijunjung yang umumnya cuman kadang orang luar itu merupakan hal yang sangat luar biasa contoh : ondang bilalang tahukan? Pernah makan? Ondang pucuak ubi, pokok rendang kata orang itu ialah ondang sama kami, sama kami ondang jariang , ondang cibudak . Banyak rendang , jadi yang daging itu mungkin pas prosesi mau masuk bulan puasa , iya kan datuk , kami menyembelih masing masing sekitar 40 ekor kerbau, 40 itu berapa porsi, 40 kerbau yang mau di sembelih malam itu. Mau masuk bulan puasa baru terjadi rendang daging, kalau mau di apa apa kan yang lain rendang pucuk ubi lah, rendang paku, rendang jengkol, rendang belalang ,rendang nangka dan itu lah di buat makanan kuliner makanan beratnya tibanya itu nak? , hal itu lah sering ditampilkan liputan trans 7 dulu di acara ragam indoneaia itu ado acara masak masak di tampilkan, kalau untuk kuliner ringan itu seperti lomang tadi , sekarang dibuat lomang itu di buek ke belakang , bisa juga dicari di hari pasarnya di situ hari kamis , di pasar itu ada menjual lomang , tapi tidak semua orang sijunjung yang membuat nya, dari luar Tanjung polu dari padang luweh juga, orang tiba ke pasar sijunjung.
Kalau untuk makan bakaua balime itu seperti membungkus sama daun , balime itu sama daun jadi menyajikan makanan sama daun pisang , tempat daging nya itu sama daun yang balime nama nya .
Balime itu ada di dalam dulang yang di junjung besok, di larang menggunakan plastik , rendang jengkol itu pernah di perlombakan menang rendang jengkol itu.
Kalau orang dulu mau makan pergi ke ladang dlu baru mencari yang mau di sambel , sementara yang ada di ladang pergi ke batang air bertemu sama paku , kalau kami pakih nama nya . Ambil paku itu d jadikan rendang. Tujuan dijadikan rendang ini supaya tahan lama, kalau dibuat gulai sehari aja udah basi. Dibuat rendang seminggu tahan, itu sebenarnya tujuan kalau untuk sejarah tidak ada . Kalau di lihat di zaman dulu itu praktis, intinya makanan tradisional sijunjung adalah melambangkan kesederhanaan , pertimbangan masalah kesehatan dan mengandung gizi dan juga jarang orang sijunjung yang bnyk lemak atau gemuk.