Masjid Padang Betuah Direvitalisasi, Fadli Zon Tegaskan Jejak Peradaban Islam di Bengkulu
JurnalBengkulu.com, Bengkulu Tengah – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meresmikan pemugaran Masjid Padang Betuah yang merupakan bangunan cagar budaya di Kabupaten Bengkulu Tengah, Kamis (26/2). Peresmian ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jejak peradaban Islam di wilayah tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah terhadap pelestarian warisan budaya nasional.
Masjid yang berdiri sejak abad ke-19 itu bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol sejarah penyebaran Islam dan perkembangan arsitektur tradisional di Provinsi Bengkulu. Keberadaannya menjadi saksi perjalanan sosial, keagamaan, dan kebudayaan masyarakat setempat dari generasi ke generasi.
Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa pelestarian cagar budaya tidak boleh berhenti pada aspek fisik semata, tetapi juga harus menyentuh dimensi nilai dan narasi sejarah yang dikandungnya.
“Cerita dan sejarah adalah bagian penting untuk refleksi, literasi, dan edukasi. Dari situlah identitas kebudayaan kita dibangun,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya secara berkelanjutan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun karakter bangsa.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Bupati Bengkulu Tengah Rahmat Riyanto, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Iskandar Mulia Siregar.
Masjid Padang Betuah sendiri telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya tingkat kabupaten melalui Surat Keputusan Bupati Bengkulu Tengah Nomor 420-424 Tahun 2024. Status tersebut memperkuat dasar hukum perlindungan sekaligus membuka ruang pengelolaan yang lebih terarah.
Pemugaran yang dilakukan tidak hanya memperbaiki struktur bangunan, tetapi juga menjaga keaslian arsitektur dan nilai historisnya. Bagi masyarakat, revitalisasi ini menjadi bentuk perawatan ingatan kolektif sekaligus penguatan identitas dan kebanggaan budaya lintas generasi.
Dengan rampungnya pemugaran, Masjid Padang Betuah diharapkan tak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga destinasi edukasi sejarah dan budaya yang memperkaya khazanah peradaban Islam di Bengkulu.