Masyarakat Support Pembangunan Pabrik Minyak Goreng Di Seluma
Jurnalbengkulu.com - Pembangunan pabrik minyak goreng di Kabupaten Seluma merupakan perwujudan dari kesigapan pemerintah juga masyarakat menerima investor. Dari tahapan promosi potensi, wacana investasi, hingga mulai pembangunan pabrik oleh investor yang didukung masyarakat dan diharapkan nanti operasionalnya berjalan seperti yang direncanakan.
Lokasi pendirian Pabrik PT Sudevam Ultra Tec Green menanamkan modal mendirikan pabrik pengolahan minyak goreng berada di Desa Talang Beringin, Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM). Hal ini berdampak warga desa Desa Talang Sebaris harus pindah. Mengingat tahap awal pembangunan pabrik itu membutuhkan lahan seluas 20 hektar dan tahap kedua membutuhkan lahan seluas 50 hektar.
-- Kepala DPMPTSP Kabupaten Seluma Drs. Mahwan Jayadi --
“Sebagian Desa Talang Sebaris terpakai untuk pembangunan pabrik, setidaknya tahap awal ini tidak mengenai desa,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinian Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Drs. Mahwan Jayadi kepada media ini, (21/10/2018).
Pada pembangunan tahap ke II perusahaan itu membangun lagi dengan cakupan lahan 50 hektar. Untuk tahap awal sudah ada warga yang bersedia lahannya diganti rugi dan bersedia lahan mereka digunakan untuk pendirian pabrik minyak goreg itu. Menurutnya, bukan desa yang akan habis, namun desa tetap ada berkemungkinan perusahaan akan berada di pinggiran desa.
“Pembangunan pabrik tahap awal ini cukup antusias. Mengingat warga sudah ada yang memberikan sertifikat lahan mereka untuk diganti rugi sebagai pembangunan pubrik minyak ini,” sampainya. Sementara itu, penginventarisir juga dilakukan instansi terkait. Lahan warga yang terpakai untuk pendirian tahap awal pembangunan. Dipastikan tidak ada lahan yang menjadi tumpang tindih kedepannya, agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. “Kita berupaya menghindari masalah dengan mengedepankan musyawarah dimana saat ini tim juga tengah bekerja,”sampainya.
-- Bupati Seluma Bundra Jaya --
Terpisah, Bupati Seluma Bundra Jaya menginstruksikan kepada OPD terkait masalah perijinan pembangunan pabrik minyak goreng ini untuk bekerja secara optimal dan selalu berkoordinasi sehingga izin prinsip yang dibutuhkan dapat diselesaikan dengan cepat, tepat, akurat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal itu disampaikan Bundra Jaya saat pertemuan dengan PT Sudevam Ultratec Green, di Ruang Rapat Bupati Seluma, Rabu (31/10/2018)
Harapan Bundra Jaya dengan dibangunnya pabrik minyak goreng ini juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kabupaten Seluma sekaligus mengurangi angka pengangguran karena PT Sudevam Ultratec Green berkomitmen akan menggunakan tenaga kerja lokal khususnya masyarakat sekitar pabrik.
Efek dari satu pabrik minyak goreng itu pun diyakini akan memberikan peningkatan kesejahteraan untuk petani sawit dan juga masyarakat sekitar. Sebagaimana paparan Presiden Direktur PT Sudevam Ultatecgreen Indonesia Lalit Khumar, penyerapan tenaga kerja mencapai 1500 orang dan mengutamakan warga sekitar.
-- Presiden Direktur PT Sudevam Ultratec Green Lalit Khumar --
Sementara itu, Presiden Direktur PT Sudevam Ultratec Green memaparkan, keberadaan pabrik minyak goreng ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Motivasi kami yang utama adalah membuat petani bahagia. Pabrik ini akan bisa beroperasi jika ada petaninya, bahan apapun sebagai komoditas akan tersedia jika petaninya ada. Maka, petani harus bahagia," ujar Lalit Khumar dalam Groundbreaking ceremony di Desa Talang Beringing Kabupaten Seluma, Kamis (15/11/2018).
Dengan dibangunnya pabrik minyak goreng ini, Bundra Jaya berharap membawa dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Seluma, khususnya petani Kelapa Sawit yang akhir-akhir ini mengalami kesulitan ekonomi sehubungan nilai jual sawit yang terus merosot.
-- Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah --
Sementara itu, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan bahwa, Saat ini kita Launching Investasi bersamaan dengan peletakan batu pertama pabrik minyak goreng pertama di Bengkulu. Ini akan mengolah satu dari sekian potensi yang kita miliki, yakni kelapa sawit. Kita tunjukkan kepada Indonesia dan juga kepada dunia, bahwa Bengkulu mempunyai potensi dan kita siap menerima investor dengan kemudahan berinvestasi.
Disisi lain, warga setempat desa penyangga siap mensupport pembangunan pabrik minyak goreng tersebut. Masyarakat mendukung penuh dibangunnya pabrik, karena pembangunan pabrik akan menggunakan sebagian tenaga kerja lokal. Hal ini dapat menambah penghasilan warga setempat.
Selain itu, efek dari beroperasinya pabrik tersebut, akan menggenjot harga sawit yang kini harganya sangat merosot. Beberapa warga kepada media ini juga mengungkapkan, bahwa masyarkat akan terus mendukung proses pembangunan pabrik hingga selesai dan siap beropoerasi, (17/11/2018). (Adv/Alf).