Membunuah Maiduiki, Mampang Malapehan
Oleh: Siti Fatimah, Mahasiswa Universitas Andalas
Di setiap daerah pasti memiliki peribahasa atau ungkapan yang berguna untuk nasehat, peringatan, etika, dan lain sebagainya. Begitupun di minangkabau, orang minangkabau sudah pasti tidak heran lagi jika mendengar kata peribahasa minangkabau atau yang sering disebut juga dengan ungkapan tradisional minangkabau. Ungkapan minangkabau ini sering kita dengar dari orang tua kita dan biasanya orang tua kita mambahkan kalimat kecek urang gaek dulu.Ungkapan mambunuah maiduiki, maampang malepehan mungkin saja jarang kita dengar tetapi bisa jadi memiliki arti yang sangat bagus, tetapi dengan mendengar kata mambunuah pasti orang banyak yang terkejut dan berfikir itu ungkapan negatif. Disini saya akan membahas makna dari ungkapan mambunuah maiduiki, maampang malapehan.
Kata mambunuh, dalam awal kata tersebut sudah menggunakan imbuhan, lalu ada kata bunuh jika ditambah dengan imbuhan dibaca mambunuh dan dalam bahasa Indonesia-nya disebut juga membunuh, menghilangkan nyawa bisa saja nyawa manusia, tumbuhan, hewan dengan cara yang disengaja. Kata maiduiki juga menggunakan imbuhan, ditambah dengan kata iduiki yang berarti iduikan dan dalam bahasa Indonesia-nya hidupi jika ditambah imbuhan disebut juga dengan menghidupi, nah mendengar kata menghidupkan saja sudah mustahil, tidak mungkin seseorang bisa menghidupkan yang sudah mati, tetapi makna maiduiki yang sebenarnya adalah membuat atau menyebabkan sesuatu, contohnya adalah maiduiki berang den mah yang berarti orang menyebabkan amarah kepada seseorang.
Kata maampang awal kata nya juga menggunakan imbuhan, kata ampang yang memiliki arti halang jika menggunakan imbuhan disebut juga dengan menghalang atau menghambat, contohnya menghambat pekerjaan seseorang, dan yang sering didengar adalah menghambat jalan orang dalam bahasa minangkabau maampang jalan urang. Dan kata terakhir adalah malapehan kata dasarnya adalah lapeh atau lepas, berarti melepaskan contohnya melepaskan suatu pekerjaan, melepaskan seseorang dan lain sebagainya.
Jadi setelah membaca makna dari satu persatu kata semuanya memiliki arti yang berlawanan. Tetapi sebenarnya memiliki arti yang sangat bagus yaitu jika kita memiliki ide atau suatu pendapat maka kita juga harus mempunyai solusi, solusi berguna jika ide atau pendapat kita gagal maka dari itu solusi harus ada, apalagi penggunaan pendapat untuk suatu kelompok. Sifat itu harus ada bagi setiap orang terutama untuk pemimpin, pemimpin kelompok, wilayah, rumah tangga, dan lain sebagainya.
Contohnya adalah kita berada dalam suatu kelompok untuk mengerjakan suatu tugas kelompok yang sudah pasti ada ketua dan anggotanya, jika di dalam kelompok memberikan pendapat dan sudah ada solusi untuk risiko yang akan terjadi lalu pendapat tersebut gagal maka tidak merugikan banyak orang.
Contoh lainnya adalah pemimpin suatu wilayah, jika seorang pemimpin memiliki aturan nya sendiri dan tidak mementingkan masyarakat, berbuat sesuka nya lalu hal tersebut merugikan masyarakat maka akan terjadilah kemarahan masyarakat dan akan adanya demo yang menyebabkan kerugian banyak hal contohnya amarah masyarakat dan berujung penurunan paksa pemimpin dari jabatannya.
Jadi dunsanak sadolahnyo ungkapan yang memiliki kata yang mengerikan belum tentu memiliki artinya negatif atau buruk, jika mendengar ungkapan dari orang tua kita harus mencari tau makna nya dahulu agar tidak ada salah pemahaman. Ungkapan atau peribahasa sangat berguna untuk kehidupan kita dan kita juga dapat menerapkan kepada anak anak kita sehingga ungkapan tidak akan hilang walaupun zaman sudah semakin maju.
Fakultas Ilmu Budaya_Universitas Andalas