Menepis Fenomena Kemiskinan di Kota Bengkulu
Jurnalbengkulu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Statistik, Lokakarya Fenomena Kemiskinan Kota Bengkulu dengan tema Pengendalian Kegiatan Neraca Statistik Lintas Sektor dan Integrasi Pengelolahan dan Diseminasi Statistik, di hotel Rafflesi city, pada senin (9/12/2019)
Untuk mengurangi kemiskinan pemerintah sudah menerbitkan peraturan Presiden nomor 15 tahun 2010, tentang percepatan penanggulangan kemiskinan.
Lokakarya Fenomena Kemiskinan Kota Bengkulu ini nantinya dapat dipecahkan, karena hampir semua orang mengatakan Kota Bengkulu ini mengalami kemajuan tetapi Angka kemiskinan yang masih tinggi.
Helmi hasan berpesan, kata Dedy Wahyudi, beliau berharap keberadaan Lokakarya Fenomena Kemiskinan ini nanti bisa mengurangi atau pun menjadi solusi terhadap angka kemiskinan di Kota Bengkulu.
Bicara soal kemiskinan, sambung Dedy Wahyudi, kalau dalam secara teori kita mengenal ada namanya miskin kultural dan struktural.
Miskin kultural itu adalah miskin kultur budaya keinginan untuk keluar dari kungkungan kemiskinan itu boleh dikatakan sangat lemah hanya berpasrah diri dari nenek moyangnya miskin orang tuanya miskin anaknya, sehingga tidak bisa keluar dari kemiskinan.
"Ini bisa terjadi, karena budaya yang tidak ada untuk maju, sebenarnya tidak ada budaya ini di Bengkulu tetapi selalu didengung-dengungkan, kalau dari sisi agama ini adalah ciri-ciri orang qana'ah dia menerima bersyukur berapapun".
Miskinan struktural adalah kemiskinan yang terjadi bukan dikarenakan ketidakmampuan si miskin untuk bekerja (malas), melainkan karena ketidakmampuan sistem dan struktur sosial dalam menyediakan kesempatan-kesempatan yang memungkinkan si miskin dapat bekerja.
"Miskin struktur inilah pemerintah hadir ditengah-tengah masyarakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan melalui program samisake."
Gubernur Bengkulu pernah Mengatakan bahwa kota Bengkulu Angka kemiskinan tertinggi saya waktu itu tidak percaya besar kemungkinan data itu tidak upgrade, dan saya ingin tahu serta membuktikan mana orang miskin di Kota Bengkulu Tolong kasih tahu, tegas Dedy Wahyudi senin (9/12/2019)
Perlu diketahui Narasumber kita hari ini, Pak Saiful Anwar dari Universitas Bengkulu, karena beliau praktisi pendidikan dan juga banyak bergelut di bidang pemberdayaan kemiskinan, nanti bisa dipaparkan ataupun diurai beberapa hal yang menjadi kemungkinan penyebab kemiskinan, tutup Dedy Wahyudi* Ansor