Mengenal Lebih dalam "Perguruan Silek Sikulambai" di Pariaman
Oleh : Rani Arjun Puttri,
Mahasiswa Sastra Minangkabau
Pada dasarnya silek merupakan seni bela diri tradisional Minangkabau yang terkenal akan nilai-nilai keindahannya. Silek Minangkabau tertanam nilai-nilai filosofi yang mendalam dan mencerminkan karakter orang Minangkabau. Di zaman dahulu silek menjadi pertunjukkan seni yang wajib di kuasai oleh para remaja dahulunya. Setiap malam setelah isya para guru akan mengajarkan jurus-jurus silek kepada para remaja yang menjadi muridnya. Dengan karakter orang Minangkabau yang suka merantau silek menjadi sangat berguna untuk pelindung dan membela diri. Silek mengajarkan nilai-nilai moral dann etika. Selain itu silek juga mengajarkan pentingnya keseimbangan antara kekuatan fisik dan ketenangan jiwa. Gerakan yang harmonis dan terkontrol mencerminkan kesatuan batin. Latihan silek dianggap sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan mencapai kesempurnaan diri. Silek tradisi Minangkabau menjadi warisan budaya tak benda yang sangat berharga dan harus tetap di lestarikan bagi generasi masyarakat penerus Minangkabau.
Sebagai bagian integral dari identitas Minangkabau, silek terus dilestarikan dan dikembangkan hingga saat ini banyak perguruan silek yang bermunculan di Minangkabau. Meskipun memiliki akar yang sama, silek Minangkabau memiliki perbedaan di setiap daerahnya. Setiap daerah di Minangkabau menggembangkan gaya dan ciri khas tersendiri dalam silek. Sama halnya dengan “Silek Sikulambai” ini. Silek Sikulambai merupakan sebuah perguruan silek yang berada di Kota Pariaman. Silek Sikulambai ini memiliki filosofi yang mendalam. Nama perguruan Sikulambai di ambil dari singkatan “ Silek Kumanggo Alam Basifat”, yang alam basipat itu merupakan pendiri pertama silek kumanggo secara umum. Silek kumanggo diibaratkan sebagai induk dan sikulambai inilah anaknya atau aliran dari silek kumanggo atau silek sikulambai ini. Berdirinya silek sikulambai ini pada tahun 1946. Sikulambai pertama didirikan oleh H. Buyuang Jauh, beliau asli putra daerah Padang Sago. Perguruan silek sikulambai ini tentu juga memiliki sebuah struktur. struktur organisasi silek sikulambai ini berbeda dengan struktur organisasi perguruan lain. Dalam struktur organisasi perguruan silek sikulambai ini pertama sekali terdiri dari Tuo Silek atau guru lalu dibawahnya ada pelatih. Pelatih ini tergantung jumlah murid yang dilatih, minimal murid yang dilatih oleh satu orang pelatih adalah 10 orang murid.
Silek sikulambai ini berada di nagari Koto Dalam, kecamatan Padang Sago, kabupaten Padang Pariaman. Jabwal latihan pada perguruan silek sikulambai ini dilaksanakan 2x dalam seminggu, setiap hari rabu malam dan sabtu malam (malam minggu). Untuk silek tradisi sikulambai ini latihannya di mulai pada malam hari atau menjelang tengah malam, berbeda dengan silek nasional yang jabwal latihannya bisa dilakukan pada siang hari di tengah lapangan luas dan lain-lain. Silek tradisi sikulambai ini memiliki jabwal latihan yang berbeda-beda, di hari rabu malam latihan dimulai pada pukul 23.00 WIB atau 23.30 WIB yang dihadiri oleh para murid-murid senior laki-laki saja yang saat ini berjumlah 6 orang. Untuk jabwal latihan di hari sabtu malam ( malam minggu) itu dimulai pada pukul 21.00 WIB dengan para murid yang masih junior gabung antara laki-laki dan perempuan, yang pada saat ini berjumlah sekitar 20 orang.
Biaya masuk pada perguruan silek sikulambai ini untuk sementara belum ada, sebenarnya ada cuman mungkin cara masuk perguruan silek tradisional itu berbeda-beda. Terutama sekali di perguruan silek sikulambai ini syarat masuk perguruan ini cukup mudah syaratnya yaitu cukup dengan membawa beras satu liter, kain putih (kain kafan), cermin, pisau, lalu uang yang di selipkan ke dalam beras yang nominalnya tidak ditentukan sesuai niat hati para calon murid. Setiap syarat yang diminta memiliki makna dan simbolnya masing-masing. (1).Beras simbol penghidupan yang maknanya bakti serta bentuk penghormatan seorang murid terhadap gurunya yang telah meluangkan banyak waktu untuk mengajarkannya. (2). Kain Putih atau kafan simbolnya putih, suci, bersih, makna dari kain kafan ini adalah seorang murid yang akan mempelajari ilmu-ilmu silek hatinya harus bersih putih seputih kain kafan tersebut, selain kain kafan ini juga bermakna akan kehidupan yang akan menjumpai kematian, untuk itu selalu lah mengingat kematian jangan pernah sombong dan tinggi hati. (3). Cermin, cermin simbol sebagai pedoman diri atau simbol penampakan wujud seseorang, yang maknanya setiap perbuatan atau tindakan yang ingin dilakukan hendaknya dipirkan dulu dan dilihat apakah tindakan ini sudah benar atau tidak maka diharuskan berkaca sebagai pedoman diri. (4). Pisau, pisau simbol ketajaman, yang maknanya ilmu yang didapat dalam latihan menjadi ilmu yang bermanfaat dan melekat tajam dalam diri simurid. (5). Uang makna nya juga sama dengan beras tadi sebagai lambang bakti kita terhadap guru yang telah meluangkan banyak waktu untuk mengajarkan kita.