Mengenal Tafsir Dalam Naskah Tasawuf Dan Pemikiran Islam Di Nusantara
Oleh : Syofia Istiqomah
Universitas Andalas,fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Minangkabau
Islam sebagai agama yang memiliki pengaruh besar diseluruh dunia,telah memberikan kontribusi yang besar bagi peradaban manusia.Sebelumnya objek kajian artikel ini,adalah aspek tafsir dalam teks Maslak al-alsalikin IIla Hadrat Rabb al-alamin,sebuah teks dari daerah Kalimantan Selatan yang beraksara jawi,berbahasa melayu,yang pengarangnya anonim. Dari segi isi naskah Nusantara tidak hanya pada kesusatraan tetapi juga di bidang lain yaitu filsafat, adat istiadat,sejarah,agama,obat-obatan dan cara bercocok tanam. Tema dalam keagamaan yang beraneka ragam seperti,Kitab suci al-quran,tafsir,hadis,teologi,fikih dan tasawuf.
Dalam artikel ini,kita akan membahas analisa teks tafsir,konteks tasawuf dan pemikiran islam di nusantara.
Perkembangan kajian al-quran di Nusantara dilakukan oleh para peneliti lokal ,yang bernama Nashruddin Baidan dan peneliti asing A.H.Johons dan Peter Riddell. Dalam perkembangan tafsir diindonesia Nashruddin Baidan membagi 4 periode :
1. Klasik
2. Tengah
3. Pramoderen
4. Modren
Tafsir merupakan sebagai sebuah kajian yang bermula masuknya islam dan berkembang sesuai zaman. Dalam periode tengah umat islam telah mengenal tafsir Jalalayn yang dibawa oleh Timur Tengah.
Beberapa contoh tafsir yang bermunculan dinusantara seperti,tafsir Jalalayn al-Baydawi,dan al-Khazin.ada 2 alasan mengapa tafsir ini diminati,pertama, karena penjelasan tafsir ini lebih ringkas sehingga memudahkan bagi yang mempelajari dan guru yang mengajarkannya,kedua, tafsir ini dinilai relatif netral dan perdebatan mazhab dan aliran,khususnya teologi dan tasawuf. Dalam naskah tasawuf dapat membantu memperdalam pemahaman tentang ajaran islam secara keseluruhan.
Perkembangan arus pemikiran islam masuk ke Nusantara
Pemikiran islam di nusantara awal adanya kehadiran tokoh-tokoh Hamzah fansuri dan syamsuddin al-Suatrani.
Dalam kitab ayat al-aquraan berfungsi dan berposisi dalam 8 posisi :
1) Sumber hukum utama suatu ibadah
2) Dalil suatu hukum perbuatan
3) Dalil petunjuk teknis ibadah
4) Dalil yang menjelaskan syarat atau sebab
5) Penetapan hukum
6) Bukti perubahan status hukum dalam ayat yang terjadi pada masa nabi
7) Bentuk penafsiran ayat
8) Penjelasan mendalam terhadap bacaan al-fatiah
Alasan utama penulis kitab,berawal dari keterbatasan ( kesulitan ) dalam mempelajari fikih yang berbahasa arab,oleh karena itu masyarakat islam berusaha mempelajari fikih melalui kitab-kitab berbahasa melayu.salah satunya kitab sirat al-mustaqim karya Nurruddin al-raniri. Dalam proses islamisasi bebrapa daerah dikawasaan nusantara terdapat kecenderungan pada tasawuf dan terekat sebagai wacana utama dalam kegiataan itelektual keagamaan di nusantara.Proses islamisasi masyrakat di nusantara,adanya aspek yang paling kompromistis terhadap budaya lokal dalam tradisi islam adalah tasawuf.
Dalam al-quran dalil merupakan peryataan/pendapat tentang keimanandan menjelaskan/memposisikan tentang keliruan paham suatu fiqih. Dalam beberapa terjemahan tafsiriyah ,menafsirkan yang dianggap penting,karna naskah hanyalah sebuah kitab tasawuf,bukan kitab tafsir.
Di kalangan sejarawan,hadirnya islam di nusantara,secara umum pendapat terbagi 2,pertama islam masuk pada abad 1 H/VII M didasarkan pada catatan Tinhoa dari dinasti T ang. Pendukung teori ini adalah W.P. Groeneveldt T.W. Arnold, J.C. Van Leur, Uka Tjandrasasmita, Hamka,kedua, Islam masuk pada abad ke 13. Pelopor teori ini adalah Snouck Hurgronje. Ia menghubungkannya dengan penyerangan dan pendudukan Baghdad oleh Raja Mongol pada tahun 1258.
Berdasarkan artikel tersebut bahwa tafsir dalam naskah tasawuf merupakan konsep penting dalam cabang spiritualitas islam yang menekankan pada pengalaman.dalam konteks pengembangan islam dinusantara,tasawuf memiliki peran dalam membantu memperkenalkan ajaran islam,oleh karena itu memhami konsep tafsir dalam naskah tasawuf dapat membantu seseorang untuk memperdalam pemahaman tentang ajaran islam secara keseluruhan.
Sumber Bacaan
http://journal.perpusnas.go.id/index.php/manuskripta/article/view/38/35