Mengupas Fakta dan Mitos di Balik Tradisi Tabuik Pariaman
Oleh : Andika Putra Wardana, Mahasiswa Universitas Andalas
Tradisi Tabuik di Pariaman, Sumatera Barat, adalah salah satu kekayaan budaya yang kaya akan sejarah dan unsur spritualitas.Diselenggarakan setiap bulan Muharram, tradisi ini memperingati tragedi Karbala yang merupakan simbol kepedihan dan penghormatan terhadap cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husain. Bagi masyarakat Pariaman, Tabuik bukan sekedar ritual, tapi juga ajang pemersatu dan mempererat solidaritas. Dibalik kehebohan Tabuik, terdapat fakta dan mitos unik yang memperkaya nilai budaya dan menarik untuk dikaji lebih dalam.
Fakta-fakta Tradisi Tabuik
1. Berasal dari Tradisi Syiah
Tradisi Tabuik bermula dari tradisi Syiah yang memperingati wafatnya Imam Husain di Karbala. Tabuik merupakan simbol jenazah Imam Husain diarak dengan penuh hormat. Meski tradisi ini berakar pada budaya Syiah, namun di Pariaman Tabuik telah disesuaikan dengan budaya lokal sehingga diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, apapun latar belakang agama atau keyakinannya.
2. Dilaksanakan dengan Penuh Persiapan
Tabuik ini diadakan selama beberapa hari dengan persiapan yang cukup panjang. Dua kelompok besar yaitu Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang bekerja sama menyiapkan replika Tabuik. Pembuatan Tabuik menggunakan bahan-bahan tradisional seperti bambu, kayu, dan kertas yang disusun menjadi bangunan tinggi menyerupai kuda dan burung buraq. Rangkaian acara ini juga diiringi dengan musik tradisional seperti gandang tasa yang semakin menambah kesakralan suasana.
3. Prosesi Puncak dan Pembuangan Tabuik ke Laut
Puncak dari tradisi Tabuik adalah prosesi besar menuju laut, dimana replika Tabuik dibuang ke laut sebagai simbol penghormatan dan pelepasan kesedihan. Masyarakat percaya bahwa dengan membuang Tabuik ke laut, mereka dapat menghilangkan energi negatif dan mempererat hubungan dengan leluhur. Prosesi ini menarik ribuan pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri.
Mitos yang Mengelilingi Tradisi Tabuik
1. Mitos Mengenai Keberuntungan dan Perlindungan
Banyak masyarakat Pariaman yang meyakini tradisi Tabuik membawa keberuntungan dan perlindungan. Ada kepercayaan bahwa rumah-rumah yang berada di sepanjang jalur prosesi Tabuik akan terlindungi dari bahaya dan diberkati. Oleh karena itu, banyak warga yang mempersiapkan rumahnya menyambut prosesi ini dan berharap mendapat keberkahan.
2. Cerita Mistis di Balik Pembuatan Tabuik
Beberapa mitos menyebutkan bahwa roh penjaga Tabuik terlibat dalam proses pembuatannya. Dalam beberapa kepercayaan, diyakini bahwa orang yang membuat Tabuik harus mematuhi pantangan-pantangan tertentu agar tidak mengalami hal buruk. Beberapa orang juga mengaku melihat penampakan aneh atau mengalami kejadian mistis pada saat kejadian, yang dianggap sebagai tanda adanya kekuatan tak kasat mata.
3. Kepercayaan Mengenai Kesaktian Buraq dan Tabuik
Sosok burung buraq yang merupakan bagian dari Tabuik dipercaya mempunyai kekuatan suci. Ada kepercayaan bahwa orang yang bisa menyentuh buraq saat diarak akan diberikan keberanian dan keberkahan. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang berusaha mendekati Tabuik saat prosesi berlangsung, meski harus menerobos kerumunan.