Peduli Masyarakat, Pemprov Bengkulu Gelar Seminar Pencegahan Penyakit TBC
Jurnalbengkulu.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Kesehatan menggelar seminar nasional dalam rangka hari TBC sedunia, Selasa 927/3/2018) di Aula kampus 4 Universitas Muhammadiyah Benkulu (UMB).
Seminar nasional yang bekerjasama dengan Aisyiyah Wilayah Bengkulu dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Bengkulu ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terhadap bahaya penyakit Tuberculosis (TBC).
Hadir pada seminar ini, Ketua IDI Wilayah Bengkulu Syafriadi, dengan pemateri seminar dari Komite Ahli Penanggulangan Tuberculosis yang juga Dosen Kesehatan Masyarakat Pandu Riyono, Dosen serta Mahasiswa Kesehatan.
Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, terdapat delapan ribu kasus TBC di Provinsi Bengkulu. Sebanyak kasus TNC yang mewabah ini, sekitar 26 persen teridentifikasi sehingga penanganan yang serius dari semua pihak sangat dibutuhkan.
Penyakit TBC masuk alam 10 besar penyakit mematikan didunia. Penyakit ini juga penyebab utama kematian yang merupakan penyakit infeksi menular.

-- Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaiakan sambutan saat seminar nasional --
Plt Gubernur Rohidin Mersyah mengapresiasi Dinas Kesehatan bersama Aisyiyah dan IDI Wilayah Bengkulu dengan gerakan ketuk pintu. Gerakan ini melibatkan secara langsung untuk memberikan penanganan terkait penyakit TBC ini sehingga sangat dibutuhkan demi kepedulian terhadap masyarakat.
“Kerja sama seperti ini artinya Dinas Kesehatan, kemudian kerja sama dengan IDI, kerjasama dengan Aisyiyah seperti ini saya kira akan sangat efektif sekali. Mereka dengan pola Ketuk Pintu itu katanya bisa 10 rumah per hari per kader itu luar biasa", kata Plt. Gubernur saat memberikan sambutan.
Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah juga meminta agar Dinkes Provinsi Bengkulu juga melakukan gerakan ini tidak hanya di Kabupaten/Kota namun hingga ke Desa maupun Dusun – Dusun.
“Jika pola ini dilakukan secara menyeluruh kita ingin Bengkulu bisa bebas dari TBC itu target kita,” tambah Rohidin.

-- Kadis Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyampaiakan sambutan saat seminar nasional --
Sementara Itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upacara penyuluhan dan pencegahan serta pendekatan-pendekatan kepada masyarakat terkait bahaya penyakit TBC.
“Kita menghimbau kepada masyarakat bahwa TBC ini salah satu penyakit dari perilaku yang tidak sehat, mari kita berupaya jangan sampai menderita TBC ini. Berperilaku hidup sehat sejak dini dan ketika gejala TBC segera periksa kesehatan dan obati sampai sembuh, biayanya gratis,” jelas Herwan Antoni.
Herwan Antoni juga menjelaskan bahwa acara seminar ini merupakan bentuk kepedulian terhadap penyakit TBC yang sampai sekarang ini masih mewabah dimana Insonesia merupakan peringkat 2 penderita TBC setelah India.
"ini masalah serius dan untuk itu kami mengundang pakar TBC Pusat guna memberikan edukasinya untuk kita menghindari TBC ini" tambah Herwan Antoni
Pola hidup sehat sangat ditekankan, terlebih pada daerah - daerah yang rentan terkena TBC seperti daerah kumuh serta area tambang.(Adv/Alf)

-- Pemukulan Dol oleh Plt Gubernur Rohidin Mersyah, Kadis Kesehatan Herwan Antoni dan Pemateri Seminar --