Pemkot Bengkulu Percantik Simpang Pantai Berkas dengan Taman Kerapu
JurnalBengkulu.com, Bengkulu - Wajah kawasan pesisir Kota Bengkulu dipastikan akan semakin menawan pada tahun 2026. Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menyiapkan langkah besar untuk mempercantik Simpang Pantai Berkas dengan menghadirkan Taman Kerapu, sebuah ruang publik yang diproyeksikan menjadi ikon baru pariwisata kota.
Taman Kerapu nantinya tidak hanya berfungsi sebagai area hijau, tetapi juga akan dipertegas dengan keberadaan patung ikan kerapu raksasa yang dijadikan sebagai landmark utama. Kehadiran ikon tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas kawasan pantai sekaligus menjadi daya tarik visual bagi wisatawan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Noprisman, menegaskan bahwa pembangunan Taman Kerapu merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Bengkulu dalam menata dan memoles kawasan pesisir kota.
“Selain taman, akan dibangun patung ikan kerapu sebagai ikon. Harapannya, ini menjadi spot foto favorit sekaligus menambah daya tarik wisatawan ke Pantai Berkas,” ujar Noprisman, Senin (19/1/2026).
Saat ini, Dinas PUPR tengah mematangkan master plan pembangunan Taman Kerapu. Dokumen perencanaan tersebut akan menjadi acuan teknis agar penataan kawasan tetap mengedepankan aspek estetika, kenyamanan, serta fungsi ruang publik bagi masyarakat.
Setelah perencanaan rampung, pihaknya akan segera melanjutkan ke tahap proses lelang melalui LPSE Kota Bengkulu, sehingga pengerjaan fisik dapat dimulai tepat waktu sesuai target tahun anggaran 2026.Pembangunan Taman Kerapu diyakini akan membawa dampak domino bagi perekonomian warga sekitar. Dengan penataan kawasan yang lebih modern dan ikonik, arus kunjungan wisatawan diprediksi meningkat signifikan, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Transformasi kawasan Pantai Berkas ini menjadi bukti komitmen Pemkot Bengkulu dalam memoles “etalase” kota, menjadikannya lebih menarik, representatif, dan berdaya saing sebagai destinasi wisata unggulan di Provinsi Bengkulu.