Pentingnya Pemahaman Sejarah Untuk Indonesia yang Lebih Maju
Oleh Aqila Fadya Hayya
Mahasiswi FISIP Universitas Andalas
Kericuhan terjadi di negeri ginseng atau yang kita kenal dengan Korea Selatan setelah Presiden korea Selatan Yoon Suk Yeol mengeluarkan penetapan status darurat militer pada selasa (3/12) malam. Tidak lama setelah status tersebut warga negara yang menentang status ini melaksanakan demo besar-besaran di depan Gedung Majelis Korea Selatan, mereka menginginkan presiden Yoon Suk Yeol mundur dari kursi presiden. Presiden Yoon dianggap berusaha untuk mempertahankan kekuasaan yang tentunya berbahaya dan menjadi masalah serius karena melibatkan militer didalamnya. Masyarakat korea tidak ingin mengulang Kembali kejadian tahun 1980-an dibawah kepemimpinan Chun Doo Hwan yang menjadi masa kelam bagi korea karena rezim otoriter yang memanfaatkan status darurat militer untuk membuat warga negara tunduk dalam keputusan pemerintah.
Selain ambisi Presiden Yoon Suk Yeol untuk berkuasa dia juga memiliki banyak skandal yang menurunkan integritasnya sebagai orang nomor satu di Korea Selatan. Salah satunya adalah kosus korupsi melibatkan Ibu negara yang menerima tas Dior dan tudingan lainnya seputar dugaan manipulasi saham.
Rakyat korea paham akan sejarahnya dan tidak mau lagi mengulangi peristiwa berdarah di masa lalu. Peristiwa pembantaian di Gwangju pada Mei 1980 sangat membekas di ingatan mereka. Ketika masyarakat demokrasi berusaha dirusak maka yang terjadi adalah anarkis, bertindak sesuai keinginan mereka dan hukum dianggap hilang. Sejarah sebuah negara ada guna merefleksikan perjalanan suatu bangsa. Indonesia sebagai negara demokrasi dan memiliki beragam suku, budaya, dan agama harus memiliki fondasi pemahaman sejarah untuk memperkuat identitas nasional dan mendorong kemajuan sosial, politik, dan ekonomi. Masyrakat harusnya mampu mengawasi kinerja pemerintahan karena sewaktu waktu bisa saja pemerintah bertindak sewenang-wenang untuk melanggengkan kekuasaanya seperti yang terjadi di Korsel saat ini belajar dari Korea Selatan karena pemahaman masyarakat korea Selatan yang berhasil memperjuangkan demokrasi. Masyarakat Korsel sadar akan mahalnya demokrasi itu maka mereka bergandengan tangan turun kejalan memperjuangkan hak-haknya. status militer berarti adanya pelanggaran hak asasi manusia, karena nantinya bakal banyak warga negara yang di tahan, disiksa, diabaikan hak-haknya. Negara demokrasi harusnya memperjuangkan hak hak warga negara, pemimpin yang hanya memikirkan kekuasaan sepatutnya sangat dipertanyakan karena biasanya pemimpin yang seperti ini akan menimbulkan kekacauan sebuah negara, apa jadinya sebuah negara karena ketamakan pemimpinnya.
Korea Selatan belajar dari kejadian dimasa lalu yang menjadi sejarah dan membuat kita melek akan pentingnya pemahaman sejarah untuk menciptakan negara yang lebih maju lagi. Tidak hanya Korea Selatan peristiwa peristiwa di negara lain memberikan kita wawasan yang berharga bagi Indonesia. Pengawasan kepada pemimpin penting untuk dilakukan karena setiap kebijakan dikeluarkan pemerintah akan berdampak kepada bangsanya, ketika suatu putusan melanggar hak hak rakyat maka rakyat sudah sepatutnya memberikan sanksi seperti halnya demonstrasi tadi. Sejarah bukan hanya untuk di ingat tetapi untuk dijadikan pelajaran dan panduan untuk bangsa yang lebih baik. Dengan memahami sejarah Indonesia dapat melangkah lebih maju sebagai negara yang demokratis. Kita jadikan sejarah sebagai guru yang menginspirasi kita untuk memperjuangkan hak-hak kita dan juga memperjuangkan kemajuan bersama.