Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi Sejak Dini
Oleh Fanny Rahma Sari, Mahasiswa Universitas Andalas, Ilmu Politik
Korupsi merupakan suatu tindakan, pertentangan, tindakan pidana atau segala tindakan yang merugikan keuangan suatu negara, baik secara sengaja ataupun tidak disengaja. Korupsi merupakan suatu tindakan yang mengambil keuntungan atau memperkaya diri. Seseorang melakukan korupsi itu di akibatkan karena mereka merasa memiliki kewenangan atas segala tindakan yang menyimpang seperti melakukan korupsi, pencucian uang, menerima uang sogokan dan suap menyuap. Seseorang cenderung melakukan korupsi dikarenakan mereka merasa memiliki kekuasaan atau wewenang di dalam struktur tersebut. Korupsi ini bisa dilakukan secara individu bahkan bersama-sama. Korupsi terjadi karena adanya “kesempatan” untuk melakukan tindakan korupsi tersebut. Penyebab dari korupsi itu dikarenakan gaya hidup yang hedon, dimana mereka memiliki keinginan yang berlebihan, memiliki sifat yang tamak dimana mereka memiliki hasrat besar untuk memperkaya diri, dan adanya tekanan, dimana tindakan korupsi itu terjadi karena adanya tekanan, salah satunya dikarenakan motif ekonomi. Dampak dari korupsi ini dapat menyebabkan inflasi, biaya ekonomi yang tinggi, menyebabkan kemiskinan yang semakin meningkat, kriminalitas, dan tidak adanya lapangan kerja.
Beberapa aspek yang dapat kita terapkan dalam nilai-nilai anti korupsi sejak dini, yaitu:
1. Memiliki sikap yang bertanggung jawab, siap menerima resiko atas tindakan yang dilakukan, dan amanah atas segala tindakan.
2. Disiplin, disiplin akan waktu, dan berkomitmen. Komitmen merupakan suatu tindakan yang disiplin.
3. Sikap peduli, yaitu sifat yang mengindahkan, memperhatikan, dan menghiraukan.
4. Jujur, yaitu tidak berbohong, orang yang memiliki sifat jujur pasti tidak akan melakukan tindakan korupsi tersebut.
5. Sederhana, dimana sikap ini mengajarkan kita untuk bersikap bersahaja, dan tidak berlebih-lebihan.
6. Kerja keras, yaitu sifat yang bersungguh-sungguh untuk mencapai suatu keinginan.
7. Peduli, orang yang peduli ialah mereka yang terpanggil untuk melakukan sesuatu dalam rangka memberi inspirasi, perubahan bahkan kebaikan.
Dengan adanya nilai-nilai anti korupsi ini maka kita akan terhindar dari tindakan korupsi, dikarenakan seseorang yang berintegritas tidak akan melakukan tindakan korupsi yang dapat merugikan keuangan negara, perekonomian negara, bahkan kesejahteraan masyarakat. Orang yang memiliki integritas akan berpegang pada prinsip yang diyakini kebenarannya.
Namun tidak bisa juga kita pungkiri bahwa tidak semua orang yang berintegritas akan selalu kebal terhadap godaan untuk melakukan korupsi. Faktor lain seperti tekanan lingkungan, peluang, dan iming-iming keuntungan besar juga dapat mempengaruhi seseorang untuk melakukan tindakan korupsi. Jadi, meskipun integritas merupakan faktor penting dalam mencegah korupsi, namun integritas bukanlah satu-satunya faktor. Untuk memberantas korupsi secara efektif, diperlukan upaya yang komprehensif, antara lain membangun sistem yang transparan dan akuntabel, meningkatkan pengawasan, dan menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini.