Peran Gen-Z Terhadap Pemilu 2024
Oleh: Dinda Dwi Apriliani Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Andalas
Pemilihan Umum 2024 semakin dekat, yang diadakan pada tanggal 14 Februari 2024. Seperti yang kita ketahui saat ini genZ adalah sebagai pemilih pemula yang mendominasi pemilik suara. GenZ yang terkenal dengan generasi tumbuh dengan teknologi digital dan internet, mereka seringkali mahir dalam penggunaan media sosial, situs web, dan aplikasi untuk mengakses informasi politik. GenZ dapat menggunakan teknologi tersebut untuk memantau perkembangan pemilu, menyebarkan informasi tentang calon, atau membangun tekanan publik terhadap pemilu yang adil.
Generasi Z, identik dengan hal-hal baru dan terbuka terhadap isu global, kini memiliki peran penting dalam menentukan arah Indonesia.Gen Z memiliki potensi besar sebagai kelompok usia produktif yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi
Untuk pertama kalinya di Indonesia pemilih terbanyak di pemilu 2024 adalah GenZ dan milenial. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan DPT Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih. Pemilih dari genZ paling mendominasi yaitu 46,8 juta pemilih. GenZ mempunyai peranan penting dalam pelaksanaan atau hasil Pemilu 2024. Di Sumatera Barat sendiri jumlah pemilih muda ada sebanyak 58% lebih, untuk genZ sendiri ada sekitar 27%.
Gen Z sangat berperan dalam pengawasan pemilu karena genZ adalah generasi yang akan mengalami dampak dari keputusan-keputusan yang dibuat oleh para pemimpin yang terpilih. Selain GenZ sering dianggap sebagai yang lebih muda dan kurang berpengalaman dalam politik dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Gen Z pada penyelenggaraan pesta demokrasi 14 Februari 2024, mengharapkan genZ untuk tidak golput, mereka harus pintar dalam memilih pasangan calon pasalnya suara mereka berpengaruh bagi Indonesia kedepanya.
Satu suara sangat penting dalam pemilu, hal ini dapat dilihat dari apa yang diamanatkan dalam UUD 1945 (3) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden.
Untuk itu genZ harus berhati hati dalam menggunakan hak suaranya, karena dengan hak suara tersebut menentukan Indonesia yang akan datang dan menentukan Indonesia menuju Indonesia emas.