Persoalan Pasca Tabut, Dewan Prov Suimi Fales Minta Lokasi Festival dan Ritual Dipisahkan
Jurnalbengkulu.com - Menanggapi masih adanya keluhan dan masalah pasca pelaksanaan tabot, Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu, Suimi Fales menuturkan, persoalan tersebut mulai dari tenda, sampah hingga susunan pedagang yang tidak rapi membuat acara Festival Tabut setiap tahunnya berisi keluhan dari masyarakat.
Padahal menurutnya dengan adanya event tabut tersebut, membuat perekonomian Bengkulu meningkat. Karena banyak masyarakat maupun pelancong yang berkunjung ke Festival Tabut untuk melihat langsung acara selama 10 hari tersebut.
“Sebenarnya event tabut membuat kita bangga, karena memiliki daya tarik sendiri yang membuat orang-orang datang ke Bengkulu. Sayangnya setelah selesai, mulailah persoalan-persoalan bermunculan,” ucap Suimi.
“Makanya kedepan saya harap lokasi Festival tabot dapat dipisahkan dengan rangkaian ritual tabot. Karena kalau semua rangkaian disatukan disatu tempat di Lapangan Merdeka tidak akan bisa baik dan nyaman bagi pengunjung. Sebab lokasi tersebut sudah tidak sama seperti puluhan tahun sebelumnya yang masih lapang dan lega. Kini sudah mengalami penyempitan karena banyak berdiri bangunan dan kawasan pemukiman,” sarannya. *(Adv)