Potang Balimau Nagari Sialang
Oleh : Wira Santika
Mahasiswa Sastra Minangkabau
Universitas AndalasMinangkabau kaya akan adat istiadat,tradisi,karya sastra,dialeg tiap daerahnya,masakannya,kesenian dan kebudayaan lainnya.Setiap daerah memiliki budaya dan tradisinya masing-masing,akan tetapi ada salah satu tradisi dan budaya masyrakat di Minangkabau yang terkenal,yang biasanya dilakukan sebelum bulan Ramadhan dan hari terakhir di bulan Sya’ban.Tradisi ini dinamakan dengan Balimau,yakninya tradisi mensucikan,membersihkan diri sebelum melaksanakan puasa di bulan Ramadhan.Balimau juga bentuk dari rasa syukur dan senang menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.Pelaksanaan balimau ini dilakukan di sungai atau batang ayia , dimana seluruh lapisan masyrakat,ninik mamak,alim ulama,cadiak pandai akan menuju pinggiran sungai dan membawa limau untuk melakukan mandi balimau ,tetapi biasanya di tiap daerah pelaksanaan tradisi balimau ini berbeda beda.Antara Lima Puluh Kota dengan Solok Selatan berbeda,atau antara Sialang dan Tapan berbeda,bahkan antara Pangkalan dan Sialang yang satu kabupaten juga berbeda.
Nagari Sialang adalah salah satu nagari yang berada di Kecamatan Kapur IX,Kabupaten Lima Puluh Kota.Balimau adalah tradisi yang setiap tahun dilakukan oleh Masyarakat Sialang,yang mereka namakan dengan Potang Balimau .Meskipun namanya Potang balimau yang berarti petang/sore namun,acara Potang Balimau di Nagari Sialang akan terlihat ramai dari pagi,lokasinya di pinggiran sungai Batang Kapur yang mana sekarang ini namanya Pantai Lubna,sebuah sungai yang diberika nama depan Pantai atau sering juga disebut masyrakat Sialang Pantai tak berombak.uniknya tradisi balimau yang setiap tahun ada di Nagari Sialang ini berbeda dengan tradisi balimau di daerah Minangkabau lainnya.Dimana saat ini dan beberapa tahun belakangan tidak ada masyrakat yang ramai ramai ke pinggiran sungai membawa limau untuk melakukan mandi balimau.Masyarakat disana akan mandi balimau di rumah masing masing setelah pulang dari sungai namun ada juga beberapa orang tua yang sudah berumur yang melakukan mandi balimau langsung di sungai nya.Sebaliknya acara Potang Balimau meriah di pinggiran sungai karna adanya agenda agenda yang dilakukan oleh anak nagari dan pemuda pemudi disana serta kelurga dan anak-anak yang mandi dan bermain benel,pelampung,di sungai.
Dari tahun ke tahun balimau di Sialang mengalami berbagai perubahan,dulunya hanya mandi bakasai atau mandi dengan limau saja namun seiring perkembangan zaman,balimau menjadi tradisi yang ditambah dengan rangkaian acara hiburan serta wisata bagi masyrakat di dalam maupun luar dari nagari Sialang,sayangnya dulu acara balimau dibumbui dengan kegiatan orgen Tunggal/karoke,lagu-lagu dangdut,mengundang artis,bahkan pernah ditemuka semacam orang mabuk mabukan dalam rangkain balimau,tradisi yang seharusnya menjadi ajang dan wadah bagi masyrakat untuk mensucikan diri dan suka cita menyambut bulan penuh berkah,malah disambut dengan hal hal yang demikian.Namun,syukurnya ini terjadi beberapa tahun silam,mungkin waktu itu salah satu yang menjadi penyebabnya adalah karna kurangnya pemahaman agama dalam masyrakat,sehingga seiring perkembangan zaman,masyrakat pun mulai berubah,dan pemerintah,niniak mamak,alim ulama segara mengambil tindakan berani untuk mengatasi hal hal seperti tadi,jika dulu sulit di atasi namun dengan kerja sama yang lebih baik,edukasi yang diberikan serta pemahaman agama dan sesuai dengan filosofi orang minang adat basandi syarak,syarak basandi kitabullah.Hal hal yang tidak ingin terjadi bisa dihentikan dengan adanya kegiatan kegiatan yang lebih positif yang dilakukan dan dibuat oleh pemuda pemudi dan anak nagari yang ikut ambil peran di dalamnya.
Beberapa tahun belakangan ini balimau di nagari Sialang dilakukan dengan meriah oleh anak anak nagari bersama pemuda dan perangkat nagari,biasanya akan diadakan perlombaan yang diperuntukan bagi anak anak,remaja bahkan sampai orang dewasa.Kegiatan seperti ini di panitiai oleh ikatan pemuda nagari Sialang dan himpunan mahasiswa serta pelajar di nagari Sialang,yaitu nya IPKS (Ikatan Pemuda Kenagarian Sialang) dan HMPS (Himpunan Mahasiswa Pelajar Sialang).Sebulan menjelang Ramadhan itu akan ada persiapan untuk kegiatan balimau ini,para mahasiswa dan pelajar beserta pemuda akan sibuk mempersiapkan agenda apa yang akan di angkat dalam acara potang balimau tersebut,biasanya akan di musyawarahkan dalam rapat Kungkung Balongu musyawarah bersama niniak mamak nagari mengenai acara potang balimau beserta aturan aturan yang akan dibuat,serta mana kegiatan yang pantas dilakukan mana kegiatan yang sebaiknya tidak dilakukan,seperta kegiatan kegiatan yang dapat melanggar norma agamat,adat sosial dan lain sebangainya,sebab tujuan utama dari kegiatan potang balimau ini ialah bentuk rasa syukur dan suka cita masyarakat menyambut bulan suci Ramadhan.
Dalam musyawarah Kungkung Balongu tadi biasanya penentuan tanggal kapan jatuhnya hari balimau dan juga peraturan peraturan selama bulan Ramadhan yang harus dipatuhi oleh masyrakat Sialang,biasanya itu ada aturan tidak boleh merokok secara bebas selama bulan Ramadhan,tidak boleh menghidupkan televisi ketika memasuki sholat tarawih,apalagi bagi toko,warung,atau kodai itu diharuskan tutup dari magrib hingga selesai pelaksanaan sholat taraweh.Sedangkan untuk acara potang balimau itu biasanya ada batas batas wilayah sungai batang kapur yang tidak boleh dilewati oleh pengunjung,dalam rangkaian acara tidak boleh menghidupkan music selain lagu religi dan sholawat,dilarang juga membawa minuman keras,nantinya akan ada petugas petugas hansip yang menjaga keamanan selama kegiatan tersebut.Untuk lomba lomba dalam acara potang balimau itu beragam setiap tahun nya,perlombaan yang diadakan itu salah satu proker dari himpunan mahasiswa dan pelajar di Sialang,biasanya ada lomba lagu religi Tingkat SD,Remaja namun jarang yang orang dewasa,ada lomba qasidah rabanna ini biasanya dari tim ibu ibu PKK,ada lomba seru seruan seperti balap karung,pacu kelereng,makan kerupuk dan yang terakhir ada lomba volley pantai.Setiap tahun lomba yang diadakan juga berubah ubah dan adapun penampilan hiburan seperti panggung komedi yang memberikan edukasi serta penampilan hadroh dari anak anak pesantren.
Itulah berbagai jenis kegiatan dalam rangkain acara potang balimau di nagari Sialang yang sudah menjadi bagian dari tradisi menyambut bulan Ramadhan,bahkan acara potang balimau ini menjadi salah satu wadah meningkatkan UMKM masyarakat nagari sialang,banyak untung yang didapatkan oleh masyrakat yang berjualan ketika acara potang balimau di nagari Sialang,karna banyak nya pengunjung yang datang dari luar nagari.