Randai Seni Tradisional Minangkabau Sebagai Terapi Kesehatan Mental Untuk Generasi Z
Oleh : Delfi Rahayu
Nim : 2310741010
Jurusan : Sastra Minangkabau
Fakultas : Ilmu Budaya
Universitas AndalasRandai seni tradisional Minangkabau, memiliki potensi besar sebagai terapi kesehatan mental bagi generasi z. Seni ini mengombinasikan kesenian tari, musik, drama dan seni beladiri silat dalam bentuk kelompok hiburan. Dengan pendekatan kolektif serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Randai juga dapat menjadi terapi yang unik. Kenapasih randai dapat menjadi efektif yang unik untuk kesehatan mental?
Randai memiliki interaksi sosial yang melibatkan kerjasama tim yang berat, mengajarkan nilai solidaritas, sehun dapat mengurangi rasa kesepian dan isolasi. Narasi cerita dan gerakan pola dalam randai dapat menjadi media kreatif untuk menyampaikan emosi.
Mindfullness pola gerakan dan musik randai yang teratur dapat membantu kita lebih fokus dan tenang. Identitas budaya mengenai gen z dengan budaya agar dapat meningkatkan rasa identitas diri. Psikologis dan fisik aktivitas fisik dalam randai membantu melepaskan hormon endorfin, sedangkan aspek seni dapat memperkuat kesehatan emosional dan rohani
Implementasi randai sebagai terapi. Yaitu dengan workshop randai dengan fokus pada pengenalan dasar randai dan bagaimana atau apa manfaatnya. Guna randai sebagai kelompok yaitu untuk membantu anggota berinteraksi, beradaptasi dan belajar bagaimana menyelesaikan suatu konflik. Kombinasikan elemen tradisional randai dengan gen z seperti isu isu teknologi, fashion, lingkungan, kesehatan mental.
Manfaat jangka panjangnya sendiri yaitu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Memberikan alternatif terapi yang berbasis budaya lokal. Melestarikan kesenian Minangkabau.