Sumbang Duo Baleh Bagi Perempuan di Minangkabau
Penulis: Fina Rahmadani
Mahasiswa Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas
Minangkabau merupakan sebuah suku yang menjunjung tinggi kedudukan perempuan, banyak sekali norma yang diciptakan untuk perempuan agar bisa dijaga kehormatannya. Salah satunya adalah Sumbang Duo Baleh. Aturan Sumbang Duo Baleh wajib dipatuhi oleh setiap perempuan yang bersuku di Minangkabau, karena merupakan sebuah ucapan, perilaku, dan pergaulan yang dapat mengundang kecurigaan dan ketersinggunggan antara sesama. Sumbang Duo Baleh merupakan pedoman agar menjadikan perempuan Minang sebagai panutan bagi orang-orang.
Sumbang Duo Baleh adalah aturan dengan bentuk tidak tertulis, yang jika dilanggar oleh perempuan di Minangkabau dapat membuat malu dirinya sendiri, keluarga, dan sanak saudaranya. Berikut ini penjelasan tentang Sumbang Duo Baleh:
1. Sumbang Duduak (Sumbang Duduk) merupakan bagaimana sopan dan santunnya perempuan di Minang dalam duduk. Duduk yang sopan bagi perempuan Minang ialah dengan duduk Basimpuah (Bersimpuh) bukan Baselo seperti laki-laki. Perempuan di Minang juga tidak diperbolehkan mancangkuang (Jongkok) serta menaikkan satu kaki jika sedang duduk.
2. Sumbang Tagak (Sumbang Berdiri) perempuan Minang juga diajarkan untuk berdiri dengan sopan. Salah satunya dilarang berdiri dengan tangan di pinggang, dan tidak di perbolehkan untuk berdiri di depan pintu dan tangga. Perempuan Minang juga di larang untuk berdiri di tepi jalan jika memang tidak ada yang tunggu serta berdiri dengan yang bukan mukhrimnya.
3. Sumbang Makan, makan pun memiliki aturan di Minangkabau, perempuan harus makan dengan benar dan sopan. Seperti makan tidak boleh mengecap atau berbunyi dari mulut dan piring. Di Minang pun tidak diperbolehkan makan sambil berdiri, makanlah dengan tenang, jangan terburu-buru, dan jangan makan dengan posisi berdiri.
4. Sumbang Jalan (Sumbang Berjalan) perempuan di Minangkabau juga memiliki aturan jika berjalan. Seperti tidak diperbolehkan untuk jalan sendirian harus membawa seorang teman atau paling tidak membawa anak-anak. Perempuan Minang juga disarankan agar tidak berjalan terlalu tergesa-gesa dan harus berhati-hati. Selain itu, perempuan juga tidak diperbolehkan berjalan dengan laki-laki yang bukan mukhrim. Seperti ungkapan yang mengatakan “Alu tataruang pantangnyo patah, samuik tapijak indak nan mati”
5. Sumbang Kato (Sumbang Berbicara) dalam berbicara perempuan haruslah berkata dengan lemah lembut, sopan dan santun. Harus berbicara dengan baik dan menyampaikan apa maksud dan tujuan dari pembicaraan agar orang bisa memahaminya. Perempuan Minang juga dilarang untuk memotong pembicaraan orang lain yang sedang berbicara, apalagi jika yang sedang berbicara adalah orangtua. Dalam Minang kalau berbicara ada aturan yang namanya “Kato Nan Ampek”.
Yang pertama adalah Kato Mandaki: merupakan cara bertutur kata dengan orang yang lebih tua dari pada kita, orang yang dituakan seperti kakek, nenek, kedua orangtua. Diucapkan dengan kata yang sopan, dan hormat. Yang kedua adalah Kato Manurun: merupakan cara bertutur kata kepada orang yang lebih muda, seperti seorang kakak kepada adiknya, orangtua kepada anaknya. Menggunakan tutur kata dengan lembut dan kasih sayang. Yang ketiga adalah Kato Mandata: merupakan berbicara kepada orang yang sama besarnya dengan kita, atau bisa juga disebut bahasa sehari-hari yang kita pakai. Yang keempat adalah Kato Malereang: merupakan cara berkomunikasi dengan orang yang dihormati, seperti tokoh agama, tokoh adat atau penghulu. Biasanya juga dipergunakan untuk berbicara kepada keluarga yang tidak memiliki hubungan darah keluarga, seperti mertua, menantu, dan ipar. Bisa disampaikan dengan menggunakan petatah petitih, kiasan, sindiran.
6. Sumbang Caliak (Sumbang Melihat) perempuan Minang tidak diperbolehkan melihat atau menatap lawan jenisnya, bagi perempuan yang sudah dewasa (Gadis). Bagi perempuan juga dianjurkan untuk menunduk jika bertemu dengan yang bukan mukhrimnya.
7. Sumbang Pakai (Sumbang Pakaian) merupakan bagaimana seorang perempuan di Minangkabau dalam berpakaian dan pakaian apa saja yang di perbolehkan. Perempuan di Minang dilarang memakai baju yang sempit, ketat, mencetak lekukan atau bentuk tubuh dan menerawang. Karena pakaian seperti itu akan menjadi tontonan bagi kaum laki-laki, maka perempuan Minang disarankan memakai baju yang sopan serta menutup auratnya.
8. Sumbang Karajo (Sumbang Bekerja) dalam bekerja perempuan Minang tidak diperbolehkan bekerja yang berat-berat seperti pada pekerjaan yang dilakukan oleh laki-laki.
9. Sumbang Tanyo (Sumbang Bertanya) dalam Minang tidak diperbolehkan bertanya hanya untuk menguji pengetahuan seseorang, karena itu dianggap tidak sopan. Lalu jika ada tamu yang sedang berkunjung ke rumah hendaklah memberikan minum terlebih dahulu, termasuk jangan bertanya disaat belum memberikan suguhan minum kepada tamu, tapi sambutlah tamu dahulu baru bertanya apa maksud dan tujuannya untuk berkunjung.
10. Sumbang Jawek (Sumbang Jawab) perempuan di Minang tidak boleh menjawab pertanyaan dari orang dengan asal. Karena akan membuat orang yang bertanya akan tersinggung dan dianggap tidak mempunyai sopan santun. Jika menjawab pertanyaan dari orang hendaklah dengan baik dan benar, agar orang tersebut tidak tersinggung.
11. Sumbang Bagaua (Sumbang Bergaul) dalam bergaul sebagai perempuan Minang tidak diperbolehkan bergaul dengan laki-laki yang bukan mukhrimnya. Tidak boleh jika hanya bergaul berdua saja. Bergaullah dengan sewajarnya. Karena akan dianggap tidak baik oleh orang-orang.
12. Sumbang Kurenah (Sumbang Perilaku) Kurenah dapat diartikan sebagai perilaku dalam Bahasa Indonesia. Tingkah laku perempuan Minang yang tidak sesuai atau janggal dan tidak sopan dianggap dapat menyinggung perasaan orang lain. Beberapa tinggkah laku atau perilaku perempuan Minang yang tidak boleh dilakukan adalah berbisik-bisik jika sedang berada di depan orang lain atau orang ramai, dekat-dekat dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, mengedipkan mata kepada orang yang lebih tua dan laki-laki yang bukan mukhrimnya, lalu menyengajakan atau membuat-buat batuk di depan orang ramai.