Surau Simaung
Oleh :
Nama: Nabila Zahara
Jurusan: Sastra Minangkabau, Universitas AndalasSurau Simaung, terletak di Jorong Tapian Diaro, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, memiliki 88 naskah kuno yang telah ditetapkan sebagai objek wisata religi. Surau Simaung ini memiliki sejarah yang penting dan beragam teksnya. Naskah-naskah tersebut berisi tentang takwim, takwil gempa, tasawuf, dan ilmu falaq. Surau Simaung juga memiliki tafsir kulit unta dan Kitab Ilmu Falaq. Pada masa lampau, Surau Simaung menjadi saksi bisu sisa peradaban masa lampau dan tempat menuntut ilmu agama.
surau simaung ini zaman belanda mangadakan penerapan dulu, semasa dulu di rudal tiang-tiang surau ini tetapi tidak habis-habis. Semasa belanda sekitar surau simaung sudah habis kena rudal sedangkan surau simaung tidak nampak oleh orang-orang yang telah menghancurkan sekitar surau itu. Jadi surau simaung itu sendiri namanya simaung langka. batang pohon simaung yang dihidupkan hanya satu.
Di samping surau simaung ada pohon simaung. Biji buah pohon simaung itu keras kayak tempurung. Cara mengambilnya buah nyo di congkel. Buahnya itu buat makanan orang dulu-dulu, sesudah itu direndam dalam air untuk di ɡoreng atau digulai juga bagus, tapi kalau langsung dicongkel dimakan kayak orang mabuk pusing-pusing kepalanya sama buah simaung. Kalau di ambil hikmah nya bagus banget orang dahulu ngasih nama surau simaung, kayak begitu suka agama disijunjung ini dahulu, tidak ada banding-banding kayak di tempat yang lain makanya bagus simaung itu.
Surau Simaung menerima penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka 2022 dari Kepala Perpustakaan Nasional atas dedikasi dan peran aktif terhadap pelestarian dan pengembangan naskah kuno di Sumatera Barat