Syahadat Sekarat Konstruksi Nalar Sufistik Atas Kematian dan Eskatologi Islam di Jawa
Penulis : Ravika Sari, Mahasiswa Universitas Andalas
Manuskrip merupakan suatu naskah yang ditulis tangan yang merupakan kajian filologi atau naskah baik tulisan tangan ( menggunakan pena, pensil) maupun ketik (menggunakan mesin ketik).
Manuskrip terdiri dari manu dan skrip yang artinya tulisan tangan.manuskrip merupakan sebuah naskah tulisan tangan yang sudah ada sejak zaman dahulu sampai saat sekarang ini.
Manuskrip selalu berhubungan dengan ilmu filologi , ilmu filologi artinya ilmu yang mempelajari tentang sejarah naskah kuno yang terdapat pada zaman kuno.
Menurut danusuprata manuskrip (1984:10)
Naskah merupakan sebuah ungkapan pikiran dan perasaan ,sebagai hasil budaya bangsa dari masa lampau.Salah satunya yakni membahas mengenai naskah sahadat sekarat konstruksi nalar sufistik atas kematian dan eskatologi Islam di jawa ,pada naskah ini membahas mengenai naskah sahadat sekarat yang ditemukan di desa sukomulyo,kalingwungu selatan Kendal Jawa tengah tulisan ini mengungkapkan misteri dan kematian eskatologi Islam di tanah Jawa, naskah ini juga membahas konsep kejadian manusia ,konsep tauhid yang di kemas dalam doktrin tasawuf yang membutuhkan interpretasi khusus untuk memahaminya.
Naskah ini menggunakan kajian filologi dan pendekatan hermeneutika sebagai metodologi nya.kesimpulan dari naskah ini membahas mengenai ajaran untuk menuju kesempurnaan diri bagi pelaku ajaran Islam sufistik di tanah Jawa.
Pada saat Islam masuk ke pulau Jawa ,peran tolong sufi banyak mendominasi wilayah kekuatan dari bidang politik ,wali songo sembilan Wali penyebar di wilayah Jawa merupakan salah satu repetisi para sufi dalam menyebarkan Islam dan melakukan dakwah.
Naskah ini di temukan oleh syekh Siti Jenar yakni kemampuan untuk memadukan iradah dan kudra diri dengan ilahi ,efek dari keunggulan dengan demikian apa yang akan menjadi ilmu Allah itu menjadi ilmu bagi manusia yang meninggal sehingga mencapai Al - insan -al - Kamil Syekh Siti Jenar sosok wali nyentrik yang menghadirkan kearifan spiritual Islam di tanah Jawa atau yang umum disebut sekarang sebagai Islam Esoteris.
Syekh Siti Jenar mengambil langkah dengan alasan utama bahwa kebenaran agama tidak bisa disembunyikan dan bahwa dia sendiri adalah seorang esoteris dan esensialis yang telah mencapai pengalaman spiritual tertinggi. Buku ini bertujuan melakukan rekonstruksi dan sistematisasi serta rekonstruksi ajaran Syekh Siti Jenar.