Tanggap Cepat Keluhan Petani, Komisi III DPRD Lebong Turun ke Lokasi Terdampak Kekeringan
JurnalBengkulu.com, Lebong – Menindaklanjuti keluhan petani terkait kekeringan yang melanda areal persawahan di Desa Sukau Rajo dan Tunggang, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lebong melakukan kunjungan lapangan pada Selasa (04/11/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk respon cepat terhadap laporan masyarakat yang terdampak akibat proyek rehabilitasi jaringan irigasi D.I. Ketahun. Pekerjaan proyek yang masih berlangsung itu sempat memengaruhi pasokan air ke sawah warga.
Demi menjaga kelancaran pembangunan dan sekaligus memastikan kebutuhan air untuk lahan pertanian tetap terpenuhi, pemerintah bersama pihak terkait menerapkan sistem buka-tutup pintu air sebagai solusi sementara.
Dalam kunjungan kerja itu, Komisi III DPRD Lebong didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebong, Hedi Parindo, SE, beserta Kabid PSP dan sejumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sistem buka-tutup pintu air yang diterapkan dinilai efektif meredakan keluhan petani.
“Solusi tersebut terbukti mampu mengondisikan situasi dan mengatasi persoalan kekeringan di wilayah ini,” demikian hasil pantauan Komisi III di lokasi.
Kadis Pertanian Hedi Parindo membenarkan bahwa langkah operasional pintu air tersebut efektif untuk menjaga ketersediaan air selama masa tanam.
Sementara itu, Erlan Fajar Jaya, anggota Komisi III dari Fraksi PKB, menegaskan bahwa penerapan sistem buka-tutup air adalah langkah paling tepat agar proyek infrastruktur dan aktivitas pertanian dapat berjalan bersamaan.
“Pembangunan irigasi sangat penting, begitu juga dengan kelancaran aktivitas petani yang saat ini sedang masa tanam. Kami mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan air, supaya semua pihak dapat berjalan beriringan demi kemajuan pertanian di Kabupaten Lebong yang kita cintai,” ujarnya.
Kunjungan lapangan ini dihadiri oleh jajaran Komisi III DPRD Lebong, yaitu Alpi Haryono (Ketua), Oka Mahendra (Wakil Ketua), Revi Doyosi, dan Erlan Fajar Jaya. Kehadiran mereka bertujuan memastikan agar setiap keluhan masyarakat ditangani secara cepat dan tepat oleh dinas terkait.
Masyarakat berharap, dengan lancarnya sistem buka-tutup irigasi, kegiatan tanam dapat berjalan baik dan hasil panen tetap optimal.(Adv)