Tari Tanduak
Oleh : Windri Liraturahma, Mahasiswa Universitas Andalas
Tari Tanduak berasal dari Nagari Lubuk Tarok Kabupaten Sijunjung dan merupakan tari tradisional warisan dari kerajaan jambu lipo. Pada zaman kerajaan,Tari Tanduak di pentaskan untuk menyambut tamu – tamu kerajaan, sebelum tari ini dipentaskan maka para raja tidak akan masuk ke dalam istana.
Setelah masa kemerdekaan, Tari Tanduak tidak hanya di pentaskan untuk menyambut tamu kehormatan kerajaan , Tetapi juga sekarang di bawakan untuk berbagai upacara adat , contohnya seperti Upacara Bakawua adat ( merupakan acara adat yang dilakukan untuk mengucapkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT).
Beberapa Narasumber mengatakan dibalik tarian ini ada kisah tentang pendirian Nagari Lubuk Tarok yang berawal dari perselisihan masyarakat Sembilan Koto di Koto Tuo Muaro Karimo dan Duo Baleh Koto Halaban Muaro Sibakua. Tarian ini mempunyai kisah tentang adu kerbau antara suku Pulau Poco di Minangkabau dengan Kerajaan Medang Kamulan.
Tari Tanduak berkembang sejak abad ke 14 Masehi menjadi tari tradisional Kerajaan Jambu Lipo. Sekarang sudah berkembang dan terus tumbuh di anak Nagari Lubuk Tarok, kabupaten Sijunjung, sumatera Barat.Tarian ini mempunyai makna atas wujud gotong royong dan kebersamaan masyarakat Nagari Lubuk Tarok untuk memajukan dan membangun Nagari.
Tari Tanduak mempunyai 22 kaca Yang mempunyai simbol bahwa masyarakat Lubuk Tarok mempunyai 4 undang – undang , 4 sarak, 4 adat,4 kata,4 nagari dan 2 cupak. Tari ini mempunyai 8 orang penari yang terdiri dari 2 orang pemain tanduk , 2 orang pengibar marawa , 1 orang pemain payung dan 3 orang pemain musik.Para pemain tari tanduak menggunakan pakaian serawa tapak itiak,baju taluak balango , Deta dan kain sencong.
Salah satu keunikan tari ini adalah gerakannya yang menyerupai kerbau, Terdapat banyak keunikan tersendiri didalamnya . Yang pertama yaitu gerak langkah ampek seperti memberi penghormatan kepada pada para tamu, pada acara bakawua contohnya. Yang kedua yaitu gerak Selo gerak yang berlawanan antara penari dan properti ( Tanduk) yang pemain gunakan. Gerakan ini menggambarkan bahwa harus ada upaya yang sungguh – sungguh untuk menyelesaikan pertikaian.
Yang ketiga yaitu gerak sambah seperti payung panji sebagai penopang diantara kedua tanduk yang sedang bertikai.Payung Panji berfungsi sebagai pelerai antara kedua tanduk. Seperti namanya, Tari Tanduak merupakan tari tradisional yang menggunakan properti seperti tanduk kerbau , seperti terdapat 2 set tanduk yang masing masing nya terdiri dari 2 tanduk . 4 tanduk tersebut melambangkan 4 pemimpin besar kerajaan Jambu Lipo dan Koto Tuo.