Tradisi Makan Bajamba
Oleh : Sayyid Sufi Mubarok Mahasiswa Sastra Minangkabau Universitas Andalas
Tradisi Makan Bajamba di Minangkabau adalah tradisi makan bersama yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau. Tradisi ini biasanya dilakukan pada hari-hari besar agama Islam dan berbagai upacara adat, serta pertemuan penting lainnya. Makan Bajamba memiliki makna mendalam dari penyelenggaraannya, seperti mempererat tali persaudaraan antara sesama manusia dan sebagai bukti keakraban suku Minang.
Tata Cara Makan Bajamba yaitu
1. Posisi Duduk: Laki-laki duduk bersila, sedangkan perempuan duduk bersimpuh.
2. Mengambil Makan: Makan hanya yang ada di hadapan kita, tidak boleh mengambil lauk yang berada di hadapan orang lain.
3. Berhenti Makan: Berhenti makan bersama-sama.
4. Etika Makan: Makan dengan tangan kanan dan memperhatikan porsi yang diambil dalam sekali suap.Penyelenggaraan Makan Bajamba yaitu
1. Jamba: Dulang berisi nasi dan lauk-pauk yang tersusun, ditutup dengan tudung saji yang dianyam dari daun enau dan dilampiri dengan kain bersulam benang emas.
2. Kelompok: Suatu kelompok biasanya terdiri dari 3 sampai 7 orang.
3. Tempat: Dilangsungkan dalam suatu ruangan atau tempat yang telah ditentukan.
Makan Bajamba memiliki tata nilai dan aturan makan yang unik yang wajib diikuti, seperti tidak boleh mengambil makanan dari lingkaran lain dan tidak boleh mengeluarkan suara. Nilai kebersamaannya sangat tinggi, makan bersama semakin mempererat tali silaturahmi dan penanaman nilai sopan santun.