TRADISI MANGANDURI DENGAN TUJUAN MENGENANG HARI KEMATIAN SESEORANG.
Oleh : Yola Wahyuni dari mahasiswa sastra Minangkabau Universitas Andalas Padang
Setiap makhluk yang bernyawa di muka bumi ini pasti akan merasakan apa itu kematian,Al-Quran menyebut kematian itu dengan sebutan ajal,tawaffa,atau istifa.kematian itu sebuah ketetapan bagi semua mahkluk yang bernyawa dan tidak bisa untuk di hindari.kematian juga bisa di sebut sebagai rantai kehidupan yang saling menghubungkan artinya ialah,kematian suatu dimensi kehidupan berikutnya yang akan berlangsung setelah proses kehidupan.
Di Sumatra Barat tepat nya di Kabupaten Solok,terdapat sebuah tradisi yang di namakan dengan Manganduri,Manganduri adalah sebuah tradisi untuk mengenang hari di mana seseorang meninggal dunia dengan cara ada pengajian di rumah keluarga yang di tinggalkan .tradisi ini sudah di menjadi tradisi turun temurun,tetapi untuk sekarang ini sudah jarang dilakukan oleh orang”.Acara menganduri ini di laksanakan dengan mengundang ustad ke rumah keluarga yang di tinggalkan ,di dalam acara tersebut terdapat pengajian dan mendoakan orang yang telah meninggal dunia dan di dalam acara ini juga terdapat acara makan-makan nya.tujuan dari tradisi menganduri ini adalah untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia.Tradisi mangaduri ini sudah menjadi turun temurun dari nenek moyang tetapi pada saat sekarang sudah jarang di adakan oleh orang”