Ujung - ujungnya Menulis
Ujung merupakan bagian akhir dari suatu hal, baik itu kehidupan maupun hal lainnya. Ujung juga merupakan muara dari permasalahan yang ada. Tidak ada yang terakhir kecuali ujung tersebut. Contohnya saja setiap kehidupan pasti ada ujungnya yaitu kematian, contoh lain lagi setiap pelajaran pasti ujungnya ujian. Begitu siklus yang dapat kita pelajari, karena segala sesuatu terjadi pasti akan memiliki akhir. Begitu juga misalnya dengan hubungan dengan manusia lain akan berakhir dengan sendirinya.
Menulis adalah melahirkan pemikiran untuk dituangkan ke dalam sebuah catatan. Menulis sama dengan bercerita tetapi melalui sebuah kata-kata yang dilahirkan seorang pengarang. Menulis belum sepenuhnya benar karena tidak semua pendapat dari penulis tersebut bisa dijadikan sebuah patokan. Banyak orang yang bisa menulis baik itu menulis fiksi maupun ilmiah. Akan tetapi tidak semua orang bisa menulis karena sebelum menulis banyak hal yang diperlukan contohnya saja ide serta gagasan. Sebelum menulis kita tidak juga lupa dengan membaca karena kosakata yang lahir berasal dari bahan bacaan yang banyak.
Kenapa penulis mengaitkan antara ujung dengan menulis. Hal ini akan dijawab dengan dunia mahasiswa. Karena setiap mahasiswa ujungnya akan menulis. Tugas akhir dari seluruh mahasiswa adalah menulis sebuah karya ilmiah yang dinamakan skripsi. Tugas akhir tersebut yang akan menjadi persyaratan untuk seluruh mahasiswa untuk menyelesaikan masa studi di sebuah kampus baik itu swasta maupun negeri. Makanya kita sedari sekarang belajar untuk menulis baik itu menulis fiksi maupun non fiksi.
Skripsi merupakan salah satu karya non fiksi yang berlatar fakta dan dapat diuji kebenarannya. Makanya setiap mahasiswa selalu kesusahan ketika menulis skripsi karena tidak terbiasa menulis, hal ini yang akan menjadi bumerang bagi mahasiswa yang tidak bisa menulis. Banyak mahasiswa yang gagal dalam membuat skripsi dan ujung-Ujungnya tidak tamat masa studi kuliah. Penulis sering melihat orang yang tidak terbiasa menulis akan melahirkan joki untuk pembuatan skripsi, ketika karya tulis ilmiah tersebut ditampilkan serta dipresentasikan maka kita harus paham dengan apa yang kita tulis. Misalnya kita joki skripsi dengan orang lain, apabila kita paham tidak akan menjadi masalah tetapi sebaliknya akan menjadi bumerang buat diri kita sebagai mahasiswa.
Masalah tersebut yang akan kita carikan solusi, alangkah baiknya ketika kita masih semester awal kita belajar menulis. Karena di ujung masa kuliah kita, kita akan menulis. Makanya kasus seperti harus diantisipasi ketika kita sedikit banyaknya mengetahui tentang penulisan. Banyak orang yang menyepelekan kepenulisan di bangku perkuliahan, tetapi suatu saat kita akan melakukan hal tersebut. Daripada kita susah di akhir, mending kita menulis mulai dari sekarang.
Ketika masih semester awal perkuliahan, pekerjaan menulis itu jarang dilakukan karena tugas yang kita bikin tersebut sering dicari di mesin aplikasi google dan di copy paste. Hal ini sudah lumrah terjadi dan awam diketahui oleh semua orang. Makanya sedikit demi sedikit untuk mahasiswa merubah kebiasaan tersebut agar tidak berdampak buruk pada ujung perkuliahan. Apabila seorang mahasiswa membuat tugas berdasarkan apa yang ada di kepalanya, semua akan indah pada waktunya. Untuk hal ini, penulis sangat prihatin dengan orang yang suka membuat tugas ada copy saja.
Masalah ini terjadi karena mahasiswa tersebut memiliki alasan yaitu tidak bisa menulis. Makanya setiap mahasiswa sedari dini harus bisa menulis. Karena menulis adalah salah satu kewajiban yang dilakukan mahasiswa di semester akhir. Dengan menulis kita bisa juga disegani banyak orang misalnya. Karena pikiran kita yang kita tuangkan ke dalam sebuah tulisan lebih dihargai ketimbang kita copy paste tulisan orang. Copy paste merupakan sebuah kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa karena itu adalah menjiplak karya yang bukan milik kita.
Untuk itu, sebagai seorang mahasiswa ujung-ujungnya kita dituntut untuk melakukan sebuah riset dan dituliskan ke dalam karya yang dinamakan skripsi. Makanya kita perlu belajar sedikit banyaknya tentang kepenulisan di kampus kita. Sampai kapan kita mau bayar joki buat kita tamat kuliah di perguruan tinggi. Memang tidak semua orang bisa dipaksakan untuk menulis tetapi mengetahui dan pernah mencoba menulis adalah salah satu jalan terbaik untuk masa depan. Daripada kita gagal di akhir perkuliahan kita, lebih baik kita belajar sedari sekarang sebelum terlambat. Karena tidak ada kata terlambat bagi orang yang mau belajar. (**)Riwayat Penulis :
Penulis Adalah Abdul Jamil Al Rasyid Lahir Di Padang Pariaman, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau Universitas Andalas, Anggota Lembaga Mahasiswa Jurusan(Lmj) Sastra Minangkabau, Penulis Pernah Menerbitkan Tulisan Di Berbagai Media 34 Provinsi Indonesia, Penulis Sekarang Berdomisili Di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Patamuan Tandikek.