Ulah Rayu si Daun Siriah Bacarai Pinang jo Tampuaknyo
Nama : Wira Santika
NIM : 2310741016
Prodi Sastra Minangkabau
Mata Kuliah Ungakapan Tradisional MinangkabauLagu lagu minang memiliki lirik yang unik penuh makna dan terdapat bait bait ungkapan di dalamnya.Salah satunya dalam lagu yang berjudul Usah di Ratoki salah ungkapan yang menarik pada bait lagu tersebut adalah “Ulah rayu si daun siriah bacarai pinang jo tampuaknyo”,ungkapan ini bermakna seorang perempuang di rayu oleh laki laki lain sehingg dia berpisah dengan pasangannya.Struktur kebahasaan sebuah lagu tentu memiliki yang Namanya majas Dimana ini bertujuan untuk memperindah lirik lagu tersebut begitupun dengan ungkapan pada ungkapan di atas memiliki majas personifikasi yaitu memberikan sifat sifat manusia kepada objek atau makhluk yang bukan manusia sehingga membuat objek tersebut terlihat hidup dan memiliki karakter manusia.
Kemudia ungkapan ini jika difikir secara logika atau struktur anomalinya atau makna yang menentang sebuah kebenaranan atau keselarasannya mustahil sebuah daun bisa merayu dan membuat bercerai buah dari tampuknya.Wujud atau kenyataan yang terjadi berdasarkan makna ungkapan tadi itu banyak sekali kita lihat dikehidupan sehari hari maraknya terjadi perselingkuhan dalam suatu hubungan yang disebabkan karna ketidak setiaan terhadap pasangan,rumput tetangga lebih hijau dari pada rumput halaman sendiri.Ketidak seitan ini menyebabkan banyak masalah masalah baru kedepannya dalam suatu hubungan,siapa saja bisa berselingkuh atau merayu pasangan orang lain.
Kasus kasus perselingkuhan memang kerap kali terjadi tak terkecuali di Sumatera Barat beberapa kali banyak media yang menampilkan berita berita mengenai hal tersebut,pada ungkapan “ulah rayu si daun siriah bacarai pinang jo tampuaknyo’,ungkapan Minangkabau ini menjelaskan bahwa tidak juga selalu pihak perempuan yang merau dan diselingkuhi tetapi pihah lelaki juga bisa sebaliknya dan siapa saja bisa melakukan hal seperti ini mau dia orang tua ataupun anak muda.Karya sastra memang telah mengemas apa apa perihal mengenai manusia bahkan sampai pada bagian seperti ini sastra yang bersifat bebas dan begitulah karya sastra Minangkabau sebuah sikap memang sering kali bahkan selalu di deskripsikan atau berwujud dan disampaikan dalam bentuk ungkapan karna dengan tujuan lebih halus terdengarnya juga memberikan kesan keindahan dalam berbahasa ungkapan memang menjadi salah satu cara orang Minangkabau berkomunikasi sejak zaman dahulunya kemudia diwariskan dan menjadi sebuah kebiasaan.Ketika memberi nasehat atau menyindir lebih enak rasanya disampaikan melalui sebuah ungkapan sehingga lawan bicara tidak akan tersinggung dan dalam lagu lagu minang akan bayak kita temukan ungkapan ungkapan.
Seiiring perkembangan zaman ada banyak ungkapan baru yang muncul dan digunakan akan tetapi ungkapan yang telah ada sejak lamapun tidak hilang dalam diri orang Minangkabau karna diwariskan secara lisan akan selalu teringat dan digunakan seperti halnya ungkapan tadi dari pada penyebutan kekasihku pergi karna dirayu lelaki lain dan kami berpisah itu terdengar sangat menyedihkan namun jikalau digambarkan dalam bentuk ungkapan meskipun maknanya memang sedih akan tetapi lebih bagus tersampaikannya “ulah rayu si daun siriah bacarai pinang jo tampuaknyo”.