Wujudkan Pemilu Damai, Pemkab Bengkulu Utara Gelar Rakoor Tim Pemantauan Politik
Jurnalbengkulu.com, Bengkulu Utara - Dalam rangka menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar Rapat Koordinasi (Rakoor) tim pemantauan perkembangan politik di Gedung Pola Bappeda, Selasa (19/3/2019).
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mewujudkan keamanan, ketertiban dan kelancaran Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 yang akan digelar pada April mendatang.
Acara tersebut dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Haryadi, M. Si, dan dihadiri Bupati Bengkulu Utra, Ir. Mian, Unsur Forkopimda, jajaran ASN, para Camat se- Kabupaten Bengkulu Utara dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Sekda Haryadi menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara Pemerintah Daerah dengan para pemangku politik.
"Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka sinergitas antara Pemerintah Daerah dengan para pemangku politik diwilayah Kabupaten Bengkulu Utara", jelas Sekda.
Haryadi juga menambahkan bahwa tujuan rakoor ini untuk mewujudkan pemilu serentak tahun 2019 secara aman dan damai.
"Adapun rakoor ini dimaksudkan untuk melaksanakan Pemilu serentak Tahun 2019 dengan aman dan damai sesuai aturan", tambah Haryadi.
Sementara itu, Bupati Bengkulu Utara, Ir. Mian memberikan apresiasi kepada pihak Kesbangpol BU bersama Forkopimda yang berhasil kolaborasi untuk menyukseskan Pemilu Serentak tanggal 17 April 2019 mendatang. Selain itu sesuai dengan Permendagri dan UU Pemilu maka ditindaklanjuti aksi menjelang Pemilu serentak 2019. Hasil kegiatan ini dilaporkan ke Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Daerah masing-masing wilayah di Indonesia.
"Suksesnya Pemilu harus didukung semua pihak sehingga hasil yang diharapkan bisa tercapai maksimal. Kita ingin Pemilu dapat berjalan dengan sukses, aman, dan damai. Media harus dapat memberikan informasi yang menyejukkan kepada masyarakat," ujarnya.
Cegah tangkal dini atas kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan harus terus diupayakan secara bersama-sama. Agar pesta demokrasi terbesar serentak mampu menghasilkan pemimpin yang amanah dan berintegritas tinggi.
"Waspadai, money potilik, politik identitas, black campaing, serangan fajar dan hal negatif lainnya. Kolaborasi antar semua pihak diutamakan sehingga partisipasi Pemilu dan masyarakat sesuai harapan," tutupnya.
Rakoor ini juga memapaparkan terkait pemilu serentak tahun 2019 oleh narasumber dari Kejaksaan dan Kepolisian setempat. (Alf/Adv)