Alek Nagari di Padang Pariaman, Tradisi Kearifan Lokal yang Tetap Lestari
Oleh : Nadia Hervina,
Fakultas llmu Budaya Universitas Andalas
Sastra MinangkabauSumatera Barat dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya tradisi. Salah satu bentuk tradisi yang masih dijaga saat ini adalah Alek Nagari yang tempat nya di padang pariaman, sebuah perayaan adat yang simbol kebersamaan dan identitas masyarakat Minangkabau. Di Padang Pariaman, Alek Nagari bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga menjadi pelestarian nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta mempeerat hubungan sosial antar masyarakat. Alek Nagari di Padang Pariaman, mulai dari makna, hingga bagaimana tradisi tetap bertahan di tengah zaman modern saat ini. Jadi alek nagari bagi generasi sekarang di pandang sebagai sesuatu yang kuno , yang klasik sehingga bagi sebagian mereka nilai nilai filosofi yang terkandung dalam pesta alek nagari itu tidak lagi dipandang sebagai warisan budaya yang unik , yang mesti dilestarikan.
Makna dan Filosofi Alek Nagari
Alek Nagari berarti pesta adat atau perayaan desa yang diselenggarakan oleh masyarakat suatu nagari (desa dalam struktur adat Minangkabau). Alek Nagari memiliki makna yang lebih dalam dari pada sekadar hiburan atau perayaan. Tradisi ini merupakan wujud nyata dari falsafah Minangkabau "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah", yang itu menekankan keseimbangan antara adat dan ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat.
Dalam Alek Nagari, berbagai kebudayaan khas Minangkabau dipertunjukkan, mulai dari prosesi adat, kesenian tradisional, hingga ritual keagamaan. Hal ini menunjukkan bahwa Alek Nagari bukan sekadar hiburan saja, tetapi juga untuk menjaga nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur.
Jenis-Jenis Alek Nagari di Padang Pariaman :
Di Padang Pariaman, ada jenis Alek Nagari yang sering dilaksanakan, tergantung pada tujuan perayaan. di antaranya :
1. Alek Pengangkatan Penghulu (Batagak Panghulu)
Salah satu adat yang paling sakral dalam tradisi Minangkabau adalah Batagak Panghulu, yaitu upacara pengangkatan pemimpin adat (panghulu) dalam suatu kaum. Prosesi ini melibatkan banyak pihak, mulai dari pemuka adat, ninik mamak, alim ulama, hingga masyarakat luas. Dalam acara ini, juga dipertunjukkan kesenian tradisional seperti Randai, Tari Piring, serta Salawaik Dulang sebagai bagian dari perayaannya.
2. Alek Tabuik
Salah satu Alek Nagari yang paling terkenal di Padang Pariaman adalah Tabuik, sebuah tradisi yang diadakan setiap tahun dalam rangka memperingati peristiwa wafatnya cucu Nabi Muhammad, Imam Husain. Alek Tabuik memiliki keunikan tersendiri karena perpaduan antara unsur budaya Minangkabau dengan tradisi Islam yang dibawa oleh orang-orang keturunan India dan Timur Tengah. Perayaan ini melibatkan pembuatan Tabuik (replika kuda bersayap) yang kemudian diarak menuju laut dan dilarung sebagai simbol pengorbanan dan kesetiaan.
3.Alek Pernikahan Adat
Pernikahan dalam adat Minangkabau juga termasuk dalam Alek Nagari yang sakral. Baralek Gadang (pesta pernikahan besar) dilakukan dengan prosesi adat lengkap, mulai dari Manjalang Mamak (menghormati keluarga besar), (mempertemukan keluarga mempelai), hingga Tari Piring dan Silat Minang sebagai bagian dari hiburan.
Peran Alek Nagari dalam Mempererat Masyarakat
Alek Nagari memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat sosial masyarakat Minangkabau. Berikut ada beberapa peran utama Alek Nagari dalam kehidupan masyarakat:
1. Memperkuat Identitas Budaya
Alek Nagari menjadi sarana utama bagi masyarakat untuk mengenal, mempelajari, dan menjaga budaya mereka. Dengan terus melestarikan tradisi ini, generasi muda tetap memahami nilai-nilai yang terkandung dalam adat Minangkabau.
2.Mempererat Hubungan Sosial
Alek Nagari melibatkan banyak pihak dalam persiapannya, mulai dari tetua adat, pemuka agama, hingga masyarakat umum. Hal ini menciptakan rasa kebersamaan dan gotong royong yang tinggi di antara warga nagari.
3. Menarik Wisatawan dan Meningkatkan Ekonomi Lokal
Banyak Alek Nagari yang kini juga menjadi daya tarik wisata budaya, seperti Tabuik yang menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya. Hal ini memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, terutama dalam sektor pariwisata, kuliner, dan kerajinan tangan.
4. Menjaga Keberlanjutan Adat dan Agama
Dalam Alek Nagari, unsur agama dan adat berjalan seiring. Tradisi ini tidak hanya menjaga adat Minangkabau tetap hidup tetapi juga memastikan bahwa ajaran Islam tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Tantangan dan Upaya Pelestarian Alek Nagari
Meskipun Alek Nagari masih terus dilaksanakan, padan zaman modern dan globalisasi membawa tantangan tersendiri bagi kelestariannya. Ada tantangan yang dihadapi :
1. Kurangnya Minat Generasi Muda: Banyak anak muda yang kurang tertarik untuk ikut serta dalam Alek Nagari karena pengaruh budaya modern dan teknologi.
2. Komersialisasi Budaya: Beberapa Alek Nagari kini lebih menonjolkan aspek hiburan daripada makna adatnya, sehingga mengurangi esensi tradisinya.
3. Perubahan Pola Hidup: Masyarakat yang semakin sibuk dengan pekerjaan dan kehidupan modern cenderung mengurangi keterlibatan mereka dalam acara adat.
Untuk mengatasi tantangan ini, terus melakukan berbagai upaya pelestarian, seperti:
● Mengadakan pendidikan budaya bagi generasi muda melalui sekolah
● Mempromosikan Alek Nagari sebagai bagian dari wisata budaya untuk meningkatkan apresiasi terhadap tradisi .
● Melibatkan teknologi dan media sosial dalam mendokumentasikan dan menyebar luaskan informasi tentang Alek Nagari kepada masyarakat luas.
Jadi Alek Nagari di Padang Pariaman merupakan warisan budaya yang kaya akan makna dan nilai-nilai adat Minangkabau. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai tali mempererat persaudaraan, memperkuat identitas budaya, serta mempertahankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Meskipun menghadapi tantangan pada zaman saat ini, dengan upaya pelestarian yang tepat, Alek Nagari akan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Padang Pariaman dan terus diwariskan kepada generasi mendatang.