Banjir Bandang Terjang Lebong, Air Capai Dada Orang Dewasa hingga Nyaris Menyapu Rumah Warga
JurnalBengkulu.com, Lebong - Bencana banjir bandang melanda sedikitnya empat kecamatan di Kabupaten Lebong dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa, bahkan di beberapa titik hampir menyentuh plafon rumah warga. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (5/4) dan menjadi salah satu banjir terparah yang terjadi belakangan ini.
Wilayah yang terdampak paling parah di antaranya Kecamatan Lebong Utara, Uram Jaya, Amen, dan Lebong Tengah, serta sejumlah daerah lainnya. Arus air yang deras menyebabkan kerusakan cukup signifikan, baik pada rumah warga maupun fasilitas lainnya.
Salah satu warga terdampak, Andika Ruslianda, mengungkapkan bahwa air di kediamannya mencapai setinggi dada orang dewasa dengan arus yang sangat kuat. Bahkan, satu unit mobil miliknya nyaris hanyut terbawa arus.
“Air cukup deras, hampir menghanyutkan mobil saya. Beruntung warga sekitar sigap membantu sehingga kendaraan bisa diselamatkan, meski sempat terbawa beberapa meter. Namun, satu unit sepeda motor tidak berhasil diselamatkan dan hingga dini hari masih dalam pencarian,” ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp.
Di tengah kondisi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Lebong, Carles Ronsen, bersama sejumlah anggota dewan lainnya terpantau turun langsung ke lokasi banjir di beberapa titik terdampak. Kehadiran mereka untuk memastikan kondisi warga sekaligus memberikan dukungan moril di tengah bencana.
Carles menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas musibah yang kembali melanda wilayah Lebong. Ia menegaskan pentingnya langkah konkret dalam upaya penanggulangan bencana ke depan.
“Kami sangat prihatin atas musibah ini. Meski kejadian ini berulang, kami akan terus mendorong pemerintah daerah agar lebih serius dalam upaya penanggulangan banjir. Bencana memang tidak bisa diprediksi, tapi risiko bisa diminimalisir dengan langkah yang tepat,” tegasnya.
Banjir bandang ini menjadi pengingat pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh stakeholder dalam memperkuat mitigasi bencana, agar dampak serupa di masa mendatang dapat ditekan seminimal mungkin.