Basirompak di Minangkabau
Penulis : Miza Fitria (Mahasiswa Sastra Minangkabau Universitas Andalas Padang)
Minangkabau suku yang mempunyai berbagai keunikan budaya , adat istiadat dan keseniannya . Selain itu ada keunikan lain seperti hal - hal yang berbau mistis .Di Payakumbuh tepatnya di Taeh baruah kabupaten lima puluh kota. Di daerah Taeh ini ada yang namanya kegiatan ritual magic yang bernama basirompak.
Basirompak merupakan sebuah seni pertunjukan yang digunakan sebagai sarana ritual bagi masyarakat Minangkabau zaman dahulu.Basirompak dahulunya ritual untuk mengguna - guna perempuan yang telah membuat sakit hati laki - laki.kata anak zaman sekarang cinta ditolak dukun bertindak.Dalam proses ritual basirompak tersebut ada bermacam- macam media yang digunakan sebagai pelengkap dalam proses untuk ritual atau menguna - guna.
Yang pertama gasiang tangkurak merupakan salah alat untuk mengguna - guna seseorang,gasiang tangkurak bukan gasiang yang biasa di jual orang di pasar.Media untuk pembuatan gasiang tangkurak merupakan dari tengkorak manusia yang di ambil bagian jidat nya. Tengkorak manusia yang bisa dijadikan gasiang merupakan dari jasat kuburan baru. Tali yang digunakan namanya benang pinjono.Gasiang tangkurak tidak sembarang orang yang bisa memainkan nya namun orang yang memiliki ilmu hitam yang biasanya disebut dukun dia lah yang bisa memaikan gasing tersebut.
Yang kedua suliang Sirompak,suling ini berbeda dengan suling yang lain.Karena lubang nya hanya 5, konon ceritanya kalau membuat lobang pertama harus menantikan orang mati yang tidak wajar dikampung tersebut, Lobang kedua waktu seorang ibu meninggal ketika melahirkan.pembuatan lobang ketiga saat peristiwa pembunuhan yang keempat kematian akibat perkelahian dua orang jawara .lobang yang kelima kematian akibat peristiwa kecelakaan alam atau terseret air dan tenggelam.Mahkluk halus yang diberi nama Simambang Hitam, Putiah, Sirah, Tungga dan Barantai. Setiap makhluk halus tersebut menghuni lobang pada Saluang Sirompak dan dipercaya bisa disuruh untuk mengguna-gunai orang.
Tidak lupa juga yang meminta penyelenggara ritual harus menyediakan sesajian yang terdiri dari nasi kuning, beras rendang, bunga panggia - panggia , kemenyan dan yang tidak kalah penting salah satu unsur dari perempuan seperti foto, rambut , kuku, bagian pakaian dan lain - lain.
Ritual ini dilakukan di tempat tersembunyi pada malam hari. Dengan iringan dendang yang berisi mantra - mantra dan juga ada yang akan menari . Tariannya memiliki ketentuan, penari mengayunkan tangan dan kaki sesuai dengan mengikuti tempo irama dendang. Setan atau yang roh jahat yang menyampaikan guna- guna tersebut dinamakan dengan sijundai.Perempuan yang dituju akan merasakan sakit dan gila,sampai - sampai manjat dinding . Penyakit ini dinamakan sijundai.Yang bisa mengobati penyakit nya hanya orang yang mengirim penyakit kepada perempuan tersebut.sijundai ini menjadi penyakit yang susah untuk disembuhkan, seakan-akan penyakit keturunan.Biasanya keluarga yang kena sakit sijundai ini mendapat sangsi sosial dalam masyarakat. Dalam hal perjodohan akan sulit mendapatkannya. Sebagai mana dalam kiasan kuriak induaknyo rintiak anaknyo.walaupun seseorang tersebut sembuh tetapi jika dia mendengar orang memainkan suliang Sirompak maka, penyakit nya akan bangkit kembali.
Namun seiring nya waktu sejak tahun 1970 kegiatan ritual basirompak ini sudah tidak lagi dilakukan untuk mengguna - guna atau sebagai bentuk balas dendam kepada seseorang. Basirompak menjadi Seni pertunjukan yang diselenggarakan pada pesta-pesta perkawinan, atau pesta-pesta yang diadakan anak nagari dalam rangka menyambut hari besar keagamaan atau hari-hari besar nasional.
Budaya mistis banyak juga kita temui di daerah lain tidak hanya di Minangkabau .Namun sebutan atau nama nya saja yang berbeda . Seiring perkembangan zaman ritual - ritual mistis ini akan mulai hilang. Contohnya pada ritual basirompak yang kini sudah menjadi Seni pertunjukan yang menghibur orang banyak,tidak dapat dipungkiri jika ritual itu masih dijalankan secara sembunyi - sembunyi. Sebagai orang Minang yang kuat akan adat istiadat nya kita harus bisa bertutur kata yang sopan jika berbicara dengan orang lain, mangango lah dulu sabalun mangecek yang artinya sebelum berbicara pikirkan dulu supaya orang lain tidak tersinggung atau sakit hati kepada kita .