Belum Sah Jadi Warga Kota Jika Belum Menginjakkan Kaki di Belungguk Point
JurnalBengkulu.com, Bengkulu - Belungguk Point kian mengukuhkan diri sebagai ikon baru kebanggaan Kota Bengkulu. Bahkan kini muncul ungkapan populer di tengah masyarakat, “Belum sah jadi warga kota kalau belum ke Belungguk Point.” Kawasan ini bukan sekadar ruang publik, tetapi menjadi simbol kebersamaan, kreativitas, dan denyut ekonomi baru kota.
Nama Belungguk sendiri diambil dari bahasa lokal yang bermakna berkumpul atau berhimpun. Filosofi ini tercermin kuat dalam konsep kawasan yang dirancang sebagai tempat bertemu, berinteraksi, dan bertumbuh bagi seluruh lapisan masyarakat.
Keajaiban Belungguk Point dimulai dari bawah kaki pengunjung. Trotoar yang membentang dari depan RSUD Harapan dan Doa hingga Simpang Skip kini tampil memukau dengan balutan motif batik Besurek, batik khas Bengkulu. Sentuhan estetika ini menjadikan trotoar tak hanya fungsional, tetapi juga artistik dan sarat nilai budaya lokal.
Lebih dari sekadar keindahan visual, Belungguk Point dihadirkan sebagai nafas baru ekonomi dan kreativitas. Kawasan ini dirancang menjadi oase bagi dua pilar utama pembangunan kota, yakni anak muda dan pelaku UMKM. Beragam aktivitas disiapkan untuk mendukung peran tersebut, mulai dari panggung ekspresi sebagai wadah seni dan kreativitas generasi muda, hingga food truck fest yang memberi ruang usaha bagi pelaku kuliner lokal.
Salah satu daya tarik utama lainnya adalah konsep Car Free Night, di mana malam hari sepenuhnya menjadi milik pejalan kaki. Suasana kota pun berubah menjadi lebih ramah, hidup, dan penuh interaksi sosial.
Puncaknya, Belungguk Point dijadwalkan akan diresmikan secara akbar pada 27 Desember 2025. Peresmian ini diyakini akan menjadi tonggak penting dalam sejarah penataan kota sekaligus menandai lahirnya ruang publik baru yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan bagi Kota Bengkulu.