Bupati Mukomuko Ajak Semua Elemen Galakkan Ketahanan dan Keamanan Pangan
Mukomuko - Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Bupati Mukomuko, H. Sapuan, SE., MM., Ak., CA., CPA., CPI mengajak semua unsur pemerintahan dan elemen masyarakat untuk menggalakkan program ketahanan dan keamanan pangan di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.
Hal ini disampaikan Bupati Mukomuko ketika menghadiri acara launching Rumah Kebangsaan Kabupaten Mukomuko, di Jalan Sultan Khalifatullah RT IV, Kelurahan Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko, Kamis, 7 September 2023.
Aspek ketahanan pangan terus dijaga. Akan tetapi, kata Bupati Sapuan, kualitas pangan yang higienis, aman dikonsumsi tetap harus diperhitungkan.
‘’Ketahanan pangan harus, namun keamanan pangan yang akan dikonsumsi juga penting diperhitungkan untuk kesehatan,’’ imbuh Bupati Sapuan.
Pada kesempatan ini, Bupati Sapuan juga memperlihatkan hasil pangan yang bebas dari racun herbisida dan zat kimia.
‘’Ini beras aman dikonsumsi. Hasil budidaya petani kita yang bebas dari pupuk kimia dan racun. Seperti yang kita maksudkan menjaga keamanan pangan,’’ paparnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mukomuko Elxandy Ultria Dharma, SSTP. Mec.Dev menambahkan, hasil penelusuran pihaknya di pasar-pasar tradisional di wilayah Kabupaten Mukomuko. Sebagian besar pangan yang dijual pedagang mengandung zat kimia berbahaya.
‘’Kita telah melakukan survei dan mengambil sampel beberapa jenis pangan di pasar-pasar, termasuk sayur mayur. Setelah kita cek menggunakan alat uji, sebagian besar mengandung zat kimia dan herbisida. Artinya, kurang aman untuk dikonsumsi,’’ paparnya.
Mengenai hal ini, kata Elxandy, bupati menginginkan ke depan masyarakat dapat mengonsumsi pangan yang higeinis, bebas dari zat kimia.
‘’Secara bertahap, sekarang sudah mulai banyak petani kita meninggalkan pupuk kimia dan racun kimia untuk budidaya tanaman pangan. Harapan bupati demikian, dengan menggalakkan ketahanan pangan dan keamanan pangan ini dapat mengurangi peredaran pangan yang kurang aman dikonsumsi. Contoh sudah ada, dengan mengandalkan pupuk organik, petani kita bisa memproduksi hasil yang memuaskan,’’ terangnya.
Budidaya padi sawah tanpa menggunakan pupuk kimia di Kabupaten Mukomuko telah dilakukan uji coba oleh salah seorang petani Mukomuko. Sebut saja, Yansen, petani asal Mekar Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Mukomuko. Ia salah satu yang dinilai berhasil dalam usaha produksi gabah tanpa menggunakan pupuk kimia.
ijelaskan Yansen, demplot padi sawah di bawah binaannya di areal persawahan SP5 Air Manjuto, dan SP8 Kecamatan Lubuk Pinang, tanpa menggunakan pupuk kimia bisa menghasilkan gabah 5 hingga 6 ton per masa panen.
‘’Satu hektare yang kita olah tanpa pupuk kimia, dan mengandalkan pupuk organik buatan kita. Hasilnya cukup bagus, 5 hingga 6 ton per masa panen. Demplot ini sebagai contoh bagi petani lainnya,’’ ujarnya.
Diakuinya, hadirnya pupuk organik ini bagian dari solusi bagi petani yang selama ini kesulitan mendapatkan pupuk kimia. Terkadang sudahlah ada, harga pupuknya pun relatif lebih tinggi. Sehingga biaya bertani tinggi. Dengan menggunakan pupuk organik ini, dapat meringankan beban biaya petani dalam bercocok tanam.
‘’Biayanya jauh lebih mudah dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia. Keuntungannya lagi, pangan yang diproduksi lebih aman dan sehat untuk dikonsumsi. Untuk jangka panjang, hara tanah tetap akan terus terjaga,’’ demikian Yansen. (**)