Harga Sawit Anjlok, Petani Bengkulu Utara Menjerit: Tiga Hari Turun Hampir Rp900 per Kilogram
JurnalBengkulu.com, Bengkulu Utara - Petani kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara mulai menjerit akibat anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) dalam beberapa hari terakhir. Penurunan harga yang terjadi secara drastis dinilai mengancam perekonomian masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor perkebunan sawit.
Dalam kurun waktu tiga hari, harga TBS sawit tercatat terus merosot. Dari sebelumnya berada di angka Rp2.940 per kilogram, kemudian turun menjadi Rp2.640 per kilogram, dan pada Kamis (22/5/2026) kembali anjlok hingga menyentuh Rp2.040 per kilogram.
Kondisi tersebut membuat petani semakin terpukul di tengah tekanan ekonomi masyarakat yang belum stabil. Melemahnya daya beli warga serta tingginya biaya kebutuhan pokok dan pupuk dinilai semakin memperparah keadaan.
Salah seorang petani sawit di Bengkulu Utara, Sarkawi, yang juga menjabat sebagai kepala desa di wilayah Kecamatan Air Besi, mengaku kecewa dengan penurunan harga yang terjadi secara tiba-tiba.
“Baru beberapa hari lalu harga masih hampir Rp3 ribu per kilogram, sekarang tinggal Rp2 ribu lebih sedikit. Kami hidup dari sawit. Kalau harga terus turun seperti ini, masyarakat bisa makin susah. Biaya pupuk mahal, kebutuhan hidup juga tinggi,” ujar Sarkawi.
Menurutnya, sektor perkebunan sawit selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Bengkulu Utara. Stabilnya harga sawit tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga menggerakkan sektor usaha lain seperti pedagang kecil, jasa angkutan, hingga pelaku UMKM.
Namun, jika penurunan harga terus terjadi setiap hari, masyarakat khawatir kondisi ekonomi daerah akan semakin melemah. Petani berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga sawit agar petani tidak terus merugi.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Jangan sampai petani terus menjadi korban karena harga yang tidak stabil,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum didapati keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab anjloknya harga sawit yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.