Dugaan Penyimpangan Dana BOK Mencuat di Puskesmas Riak Siabun Seluma
JurnalBengkulu.com, Seluma - Dugaan pelanggaran dalam pengelolaan keuangan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) mencuat di Puskesmas Riak Siabun, Kabupaten Seluma. Sejumlah pegawai internal mengungkapkan adanya dugaan pemotongan dana serta pungutan yang diduga terjadi pada masa kepemimpinan Kepala Puskesmas Riak Siabun, dr. W.W.
Informasi tersebut disampaikan oleh sumber internal Puskesmas yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan. Kepada media ini, sumber menyebutkan terdapat sejumlah praktik yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan administrasi dan pengelolaan keuangan negara.
Sumber menjelaskan, dugaan tersebut telah berlangsung cukup lama dan dirasakan oleh sejumlah pegawai, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga kesehatan lainnya. Bahkan, sebagian pegawai mengaku merasa keberatan namun enggan menyampaikan secara terbuka karena khawatir berdampak pada posisi dan kenyamanan kerja.
Dugaan Pungutan dan Pemotongan Dana
Berdasarkan keterangan sumber serta bukti percakapan WhatsApp yang diterima redaksi, terdapat beberapa dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan Puskesmas Riak Siabun, di antaranya:
1. Dugaan permintaan uang sebesar Rp100.000 kepada pegawai dalam proses pengusulan kenaikan pangkat.
2. Dugaan permintaan uang sebesar Rp50.000 kepada pegawai baru yang pindah tugas ke Puskesmas Riak Siabun.3. Dugaan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) PNS Puskesmas Riak Siabun sebesar Rp15.000 per orang.
4. Dugaan pemotongan Dana BOK hingga 50 persen dari hak petugas pada Tahun Anggaran 2025.
Menurut sumber, Dana BOK seharusnya diterima penuh oleh petugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mengingat dana tersebut diperuntukkan untuk mendukung operasional pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas.“Pemotongan ini sangat memberatkan, apalagi dana BOK merupakan hak petugas yang digunakan untuk menunjang kegiatan pelayanan kesehatan di lapangan,” ujar sumber.
Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi masih berupaya mengonfirmasi Kepala Puskesmas Riak Siabun, dr. W.W., serta Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma untuk mendapatkan klarifikasi dan tanggapan resmi terkait dugaan tersebut.
Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi lanjutan secara berimbang sesuai dengan prinsip jurnalistik.