Eksistensi Jongkong Rundo di Padang Pariaman
Penulis : Bastian, Mahasiswa Sastra Minangkabau Universitas Andalas
Menjelang Ramadhan, biasanya masyarakat Padang Pariaman selalu melaksanakan ketertiban masyarakat yang berguna untuk mengamankan kampung atau Korong. Salah satu tempat pengamanan masyarakat di Padang Pariaman adalah Jongkong Rundo. Jongkong adalah bahasa minang yang memiliki arti pos yang kita kenal untuk berjaga sedangkan rundo adalah ronda yang memiliki makna kegiatan masyarakat untuk keamanan. Maka Jongkong Rundo merupakan sebuah tempat dimana para pemuda berkumpul untuk melaksanakan kewajiban yang disebut dengan keamanan. Sama halnya dengan Pos Ronda yang dikenal oleh seluruh masyarakat. Jongkong rundo identik dengan tempat bagi pemuda yang notabene adalah masyarakat yang masih berusia remaja hingga dewasa.
Malam hari biasanya pemuda berkumpul beramai-ramai untuk melakukan kegiatan yang dilaksanakan dengan suka rela. Tanpa ada imbalan yang didapatkan untuk mengamankan kampung. Karena menurut penulis para pemuda adalah ibarat tentara dalam sebuah negara yang siap berbakti untuk kampung halaman. Hal ini yang menarik untuk kita ketahui bahwa di Wilayah Padang Pariaman, sebelum bulan Ramadhan datang, biasanya pemuda akan menyusun daftar piket untuk kegiatan di ronda yang akan dilaksanakan sebulan penuh tersebut. Semua pemuda yang masih tinggal di kampung halaman akan kebagian jatah untuk melaksanakan ronda malam tersebut.
Kenapa dibuat sebelum bulan ramadhan? Karena kita semua mengetahui bahwa sebelum hari raya idul fitri tiba, semua orang akan bahu membahu mencari uang. Alasan yang paling logis adalah sebelum bulan ramadhan datang atau idul fitri datang banyak masyarakat yang kehilangan baik itu kehilangan hewan ternak maupun kehilangan barang berharga lain di dalam rumah. Karena dengan adanya kasus tersebut setiap bulan Ramadhan selalu dilaksanakan piket ronda tersebut. Pemuda-pemuda siap berbakti untuk kampung agar masyarakat tidak kehilangan seperti kasus yang sudah disebutkan diatas.
Biasanya di kampung penulis, banyak penulis melihat bahwa masyarakat dan juga pemuda sangat antusias melaksanakan kegiatan tersebut. Karena pada saat bulan ramadhan tersebut, masyarakat yang memiliki rumah akan membantu pemuda untuk santapan sahur. Maksudnya disini adalah setiap rumah ada juga memiliki piket yang akan membagikan nasi untuk para pemuda yang melaksanakan ronda malam tersebut. Piket nasi tersebut di hitung pada setiap rumah di kampung tersebut. Makanya hal ini yang menjadikan alasan bahwa masyarakat juga antusias dengan adanya pergerakan dari pemuda untuk melaksanakan ronda di kampung.
Penulis melihat bahwa kegiatan tersebut sudah ada semenjak penulis kecil. Dahulu penulis sering pergi ke jongkong rundo tersebut walaupun belum terdaftar sebagai orang yang terdaftar dalam piket tersebut. Hal ini yang membuat masyarakat semakin akrab satu sama lain di Jongkong tersebut. Kegiatan ngobrol dan bercanda untuk satu sama lain akan membuat masyarakat akan terjalin silaturahmi yang baik. Sangat banyak manfaat yang dihadirkan ketika kita melaksanakan ronda malam tersebut.
Uniknya ronda malam disamping bertujuan untuk melakukan ketertiban terhadap keamanan kampung. Untuk menjalin silaturahmi antar sesama pemuda di kampung juga sangat diperlukan. Karena keakraban akan terjalin ketika semua orang saling berkomunikasi antara satu sama lain. Pemuda-pemuda yang ada di kampung tersebut mau tidak mau harus akrab dengan yang lainnya. Karena penulis pernah merasakan ketika kita bertemu orang satu kampung dengan kita di sebuah tempat yang jauh akan terasa berbeda. Di Jongkong Rundo inilah tempat pertama bagi masyarakat untuk diajarkan pergaulan dan juga dihargai cara hidup.
Banyak sekali manfaat yang dapat dihasilkan di jongkong rundo ini. Salah satu hal yang menjadi masalah menurut penulis adalah jongkong rundo hidup pada saat bulan ramadhan, tidak pada saat hari-hari biasa. Karena dengan alasan keamanan dan ketertiban, mestinya setiap hari selalu diadakan ronda untuk keamanan dari kampung dan juga masyarakat. Makanya pembenehan seperti ini harus dilakukan tidak hanya pada saat bulan tertentu saja. Eksistensi jongkong rundo sebenarnya menurut penulis harus dipertanyakan karena hidup dalam sebulan dari setahun saja. Apa salahnya setiap 3 bulan dalam setahun atau seterusnya.
Untuk itu penulis sebenarnya sangat bersyukur hingga kini, jongkong rundo masih eksis di tengah masyarakat. Hal ini adalah bentuk rasa suka rela masyarakat yang bahu-membahu untuk menjaga kampung agar terhindar dari marabahaya yang akan menimpa kampung halaman. Makanya pembenahan sebenarnya perlu dilakukan agar setiap kampung memiliki keamanan dari pemuda. Penulis sangat bersyukur hidup di tengah-tengah pemuda yang peduli dengan lingkungan atau kampung tanpa mengharapkan pamrih. Makanya hal ini adalah salah satu bentuk semangat yang dilakukan oleh pemuda tanpa adanya pamrih. Makanya kita bisa berpikir orang yang tidak digaji aja mampu untuk menegakkan keamanan apa mau dikata bagi mereka yang digaji untuk keamanan tidak melaksanakan tugas dengan baik dengan hanya mengambil uangnya saja?Penulis Adalah Bastian Lahir Di Lubuak laweh Kampuang Apa,Kecamatan Patamuan,Kabuaten Padang Pariaman, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya,Universitas Andalas, Anggota Lembaga Mahasiswa Jurusan(LMJ) Sastra Minangkabau.