Jawab Keluhan Warga, Pemdes Sido Makmur Laksanakan Pembangunan Jalan Usaha Tani
Mukomuko - Pemerintah Desa (Pemdes) Sido makmur, Kecamatan Teramang jaya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu,
Untuk menjawab keluhan warganya Pemerintah desa Sido makmur melaksanakan titik Nol kegiatan pembangunan tahun 2024, di laksanakan pada hari Selasa 23/04. dengan direalisasikan pembangunan pengoralan jalan usaha tani (JUT) dan rabat Beton dengan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2024.
Dengan ini dijelaskan Kades Sido makmur, Dedi suyadi ketika di temui media di ruang kerja Selasa, 30 April 2024.
Selama ini warga desanya mengeluh ketika terjadi di musim hujan, Mereka kesulitan mengeluarkan hasil panen, di karenakan akses jalan yang di lewati nya bergelimang lumpur, sehingga sulit untuk di lewati, karena masih tanah Merah.
Sehingga pada saat musyawarah rencana pembangunan desa yang dilaksanakan pemerintah desa Sido makmur tahun 2023 lalu.
" Sehingga disepakati, sebagian dana desa digunakan untuk pengoralan jalan usaha tani ( JUT)sepanjang 1000 meter, dan Rabat beton 600 meter. Untuk pengoralan dengan panjang 1 km, lebar 4 meter, dan tebal 15 cm, terletak di dusun satu, dengan anggaran sebesar Rp150, 915,030 juta,
Untuk Rabat beton sepanjang 600 meter terbagi dua titik, satu titik di dusun satu, dengan panjang 400 meter dan dusun dua 200 meter dengan ke tebelan 15 cm dan lebar 2 meter,. ungkap dedi.
"Saat ini masih dalam proses pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Insyallah, tidak ada kendala dan hambatan, semoga dalam waktu dekat pekerjaannya tuntas dan dapat dimanfaatkan oleh warga," Jelas kades.
Pemerintah Desa Sido makmur, lanjut Kades Dedi suyadi, akan terus berupaya untuk membantu masyarakat meningkatkan hasil pertanian dan peningkatan pendapatan para petani dengan membangun dan memperbaiki jalan usaha tani dan jalan lingkungan warga, terangnya.
Lebih lanjut kades, Program tersebut adalah upaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang mayoritas hidup dari petani dan pekebun.
Karena jalan usaha tani yang ada di desanya, hampir setiap hari dimanfaatkan warga untuk mengangkut hasil perkebunan seperti sawit dan lainnya, mayoritas di lewati warga.
“Sebab selama ini yang menjadi keluhan masyarakat adalah jalan ke lokasi perkebunan yang sangat sulit dilalui kendaraan.
Sehingga warga kesulitan mengangkut hasil pertanian dan perkebunan yang merupakan sumber pendapatan dari warga," ujarnya.
Kades juga mengungkapkan, untuk melaksanakan kegiatan pekerjaan penggoralan jalan dan rabat beton tersebut di kerja kan dengan selama 30 hari di hitung dengan hari kalender.
"Dan kami juga berharap agar hasil pekerjaan pengoralan jalan dan rabat beton tersebut nanti dapat dijaga dan dirawat dengan baik. Agar jalan itu tidak mudah rusak," demikian harap Kades.
Lebih jauh, realisasi pembangunan pengerasan jalan usaha tani yang dianggarkan melalui serapan dana desa ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan sebagaimana diharapkan oleh masyarakatnya.
Lanjut dedi, dana desa DD adalah merupakan anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk pembangunan masyarakat yang pengelolaannya diserahkan ke desa.
Maka dengan itu lanjut kades, beberapa prioritas pembangunan yang sudah dirancang dan direncanakan melalui musyawarah desa, secara bertahap akan direalisasikan.
"mulai dari perencanaan sampai pada pelaksanaannya di lapangan, pembangunan desa melalui dana desa ini, selalu melibatkan masyarakat.
Dengan demikian, keterlibatan masyarakat dan peran aktif masyarakat sangat besar dalam mesukses kan serta mewujudkan pembangunan di desa.
Terlebih, pembangunan jalan usaha tani yang ditargetkan mampu memberikan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di desanya.
"Hal ini sejalan dengan kehidupan masyarakat di desa yang mendominasi sebagai petani perkebunan yang selama ini terkendala dengan akses jalan untuk mengangkut hasil produksi kebun warga.
Dengan akses jalan produksi yang baik dan memadai, warga atau petani dapat dengan mudah mengangkut hasil panennya.