Kepemimpinan di Minangkabau
Penulis : Sendy Sintia Rahmi
MAHASISWi SASTRA MINANGKABAU
UNIVERSITAS ANDALAS
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
30. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato, Adat Mamakai, merupakan kerangka atau pola berkehidupan bagi orang Minangkabau, baik secara horizontal - vertikal dengan sang maha Pencipta, maupaun secara horizontal - horizontal antar sesama manusia, ataupun dengan makhluk lain di alam semesta ( mikrokosmos dan makrokosmos ). Alam Minangkabau adalah menunjukkan letak geografis tempat bermukimnya orang Minangkabau di muka bumi dan juga mencakup cakrawala berpikir serta paham yang di anut masyarakatnya tentang berbagai persoalan, termasuk cara pandang terhadap berbagai dimensi kehidupan. Pesan moral kata Alam Minangkabau, secara eksplisit untuk menggugah kearifan setiap pribadi di muka bumi ini, pada seluruh ummat manusia bahwa pada prinsipnya seluruh manusia yang ada di bumi ini adalah satu : berada dalam satu kesatuan dari sistem alam semesta ciptaan Allah SWT meliputi alam makrokosmos dan mikrokosmos. Konsep kepemimpinan di Alam Minangkabau mengacu pada surat Al-Baqarah ayat 30 yang artinya : "Dan ingatlah ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat. Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi". Ruang lingkup tugas selaku khlaifah.
Kekhalifahan terhadap diri sendiri, meliputi : Menuntut Ilmu Pengetahuan, Menjaga dan memelihara diri sendiri dari segala sesuatu yang bisa menimbulkan bahaya dan kesengsaraan, serta menghiasi diri dengan akhlak yang mulia. Kekhalifahan dalam keluarga / rumah tangga, meliputi : Membentuk rumah tangga bahagia dan sejahtera atau keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Memelihara anak istri dari hal hal yang bisa menjerumuskan pada siksa api neraka. Mengusahakan agar tidak meninggalkan anak anak sebagai generasi yang lemah. Kekhalifahan dalam masyarakat, meliputi : Mewujudkan persatuan dan kesatuan umat. Tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Menegakkan keadilan dalam masyarakat. Bertanggung jawab ( ikut aktif ) dalam amar makruf nahi munkar. Berlaku baik, menyantuni dan mengayomi golongan masyarakat yang lemah, fakir miskin dan anak yatim. Kekhalifahan terhadap alam, meliputi ; Membudayakan alam ( mengkulturkan natur ). Mengalamkan budaya ( menaturkan kultur ). Dan MengIslamkan kultur. Misi Mayarakat ABS-SBK. ( Syarat kelayakan kaum ) Mardeko ati ( merdeka hati ) : lapeh dari utang piutang, santoso dari hino jo malu, urang elok salendang dunia. Mardeko Tubuah ( merdeka tubuh ) : tubuah sehaik badan santoso, hiduik mambari lazat bagi kasanangan, alah bapusako sacukuiknyo jo soko nan tarungguah dalam limbago, barimbo kareh batanah lunak tampek batuga jo batahun, bakeh kasawah jo baladang. Mardeko Tampek ( merdeka tempat ) : alah barumah jo ba tanggo, lah balumbuang barangkiang, lah bakorong jo bakampuang, lah tarumpuan tampak nyato tacelak di pandang jauah. Mardeko Alam ( Merdeka Alam ) : bacupak sapanjang batuang, baradat sapanjang jalan, indak manaruah silang jo salisiah, suni dari bantah jo kalahi, alah soko nan tasungkua, dimano tampek diam salamaik barang karajo. Bumi sang padi manjadi, padi masak jaguang maupiah, taranak bakambang biak Anak nagari sanang santoso, bapak kayo mande batuah, mamak di sambah urang pulo. Pakan sasak musajik rami, sadundun adat jo ugamo, sairiang dunia jo akhirat.
KATO MANDAKI DALAM AL-QURAN
Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu embentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.28 Surah Al- isra ayat 23 Allah SWT memerintahkan untuk berbuatbaik kepada orang tua dan berbicara dengan sesopan mungkin dengan memakai kata- kata yang mulia kepada beliau, didalam Tafsir Ibnu Katsir yang ditulis oleh Muhammad Nasib Ar- Rifa’I dikatakan” Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjutdalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" yang mempunyai makna janganlah pernah mempedengarkan kepada orang tua kata- kata yang buruk “janganlah kamu membentak mereka” jangan pernah berbuat buruk apalagi memukul mereka, setelah allah melarang untuk berkata yang buruk lalu Allah SWT melarang untuk berbuat buruk juga, berkata dan berbuatlah dengan baik dan Allah lanjutkan dengan Firmannya “kepada mereka perkataan yang mulia” ucapkanlah perkataan yang karim yaitu perkataan yang lembut, sopan dengan tata krama diiringi dengan penghormatan dan pengagungan. Dinyatakan pada kitab tafsir Al- Misbah surah Al- Isra’ ayat 23 adanya kata kariman didalamnya, kariman yang bermakna mulia yang terdiri dari kata tiga huruf yaitu kaf, ra, mim yang bermakna mulia dan terbaik sesuai dengan objeknya, jika dikatakan rizqun karim maka akan bermakna rizki yang halal, akan tetapi jika kata karim ikaitkan dengan akhlak menghadapi orang lain maka akan bermakna pemaafan.